BREAKING NEWS
Selasa, 20 Oktober 2026

BTN Gandeng RSUP Ngoerah, Bali Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Medis Kelas Dunia

Zulkarnain - Sabtu, 17 Oktober 2026 16:16 WIB
BTN Gandeng RSUP Ngoerah, Bali Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Medis Kelas Dunia
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjalin kerja sama strategis dengan RSUP Prof I.G.N.G. Ngoerah untuk membuka peluang pengembangan wisata medis (medical tourism) di Bali. Ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara BTN dan RSUP Prof I.G.N.G
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DENPASAR — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menjalin kerja sama strategis dengan RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah untuk mendorong pengembangan wisata medis (medical tourism) di Bali.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses terhadap layanan kesehatan berkualitas sekaligus memperkuat sektor kesehatan dan pariwisata di Pulau Dewata.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) di Denpasar, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga:

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, kemitraan ini menjadi peluang bagi perseroan untuk memperluas peran perbankan dalam mendukung pengembangan ekosistem bisnis, terutama di sektor kesehatan dan pariwisata.

"Bagi BTN, kemitraan ini merupakan kehormatan sekaligus peluang untuk menghadirkan manfaat nyata bagi kedua institusi, baik bagi nasabah dan pegawai BTN maupun tenaga medis, pegawai RSUP Ngoerah, dan masyarakat Bali," ujar Nixon dalam pernyataan tertulisnya yang diterima wartawan, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Nixon, kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan terus berkembang.

Masyarakat kini tidak hanya mencari pengobatan ketika sakit, tetapi juga semakin memperhatikan pemeriksaan kesehatan rutin, kebugaran, penuaan sehat (healthy ageing), dan perawatan estetika.

Perubahan kebutuhan tersebut membuka peluang bagi Bali untuk mengembangkan wisata medis, yakni perjalanan yang menggabungkan kebutuhan layanan kesehatan dengan kegiatan wisata.

Nixon menilai Bali memiliki peluang untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan budaya, tetapi juga layanan kesehatan berkualitas.

Berdasarkan data Global Wellness Institute yang dikutip dalam keterangan BTN, nilai ekonomi industri wellness global mencapai US$ 6,8 triliun pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi US$ 9,8 triliun pada 2029.

Sementara itu, industri wellness tourism global tumbuh 13,8 persen sepanjang 2024.

Tren tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan layanan kesehatan yang terintegrasi dengan pariwisata.

Dengan dukungan fasilitas medis, tenaga kesehatan, serta infrastruktur pariwisata, Bali berpotensi menarik pasien domestik maupun internasional.

Namun, pengembangan wisata medis tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan.

Kualitas pelayanan, keselamatan pasien, transparansi biaya, serta kemudahan akses juga menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan pasien.

Salah satu fasilitas yang menjadi bagian dari pengembangan layanan tersebut adalah Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center milik RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah.

Fasilitas ini diresmikan pada Oktober 2024 dan memiliki empat layanan unggulan, yakni medical check-up, aesthetic dentistry, plastic surgery, dan dermaesthetic.

Layanan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan, perawatan gigi untuk kebutuhan estetika, bedah plastik, serta perawatan kulit dan estetika.

Pengembangan fasilitas ini diharapkan dapat memperluas pilihan layanan kesehatan di dalam negeri sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik pasien internasional.

Ke depan, peluang pengembangan wisata medis dapat dilakukan melalui paket layanan kesehatan yang terintegrasi, peningkatan pengalaman pasien, serta kerja sama dengan pelaku industri pariwisata.

Dengan demikian, pasien dapat memperoleh layanan medis sekaligus menikmati fasilitas wisata di Bali.

Meski begitu, keberhasilan strategi tersebut tetap membutuhkan standar layanan yang terukur, tenaga medis kompeten, serta sistem pelayanan yang mampu memenuhi kebutuhan pasien dari berbagai negara.

Bagi BTN, kerja sama dengan RSUP Ngoerah juga menjadi bagian dari strategi memperluas bisnis di luar sektor perumahan.

Perseroan melihat sektor kesehatan, pariwisata, pendidikan, dan pemerintah daerah sebagai bidang yang memiliki potensi pertumbuhan.

Nixon mengatakan, BTN siap mendukung kebutuhan transaksi dan pengelolaan keuangan rumah sakit melalui layanan perbankan digital, sistem pembayaran, serta solusi finansial bagi institusi dan pegawainya.

"BTN siap mendukung kebutuhan RSUP Ngoerah melalui layanan transaksi digital, sistem pembayaran, serta solusi finansial yang sesuai dengan kebutuhan institusi dan para pegawainya," jelas Nixon.

Dukungan tersebut berpeluang dikembangkan melalui fasilitas pembiayaan dan kerja sama pemasaran sesuai kebutuhan kedua pihak.

BTN juga berharap kemitraan ini dapat memberikan manfaat bagi nasabah prioritas dan pegawainya melalui akses terhadap layanan kesehatan RSUP Ngoerah, termasuk kemungkinan diskon atau manfaat khusus berdasarkan skema yang disepakati.

Nixon menegaskan, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dilanjutkan dengan program konkret yang memberikan manfaat berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa BTN tengah serius menggarap empat sektor potensial di luar perumahan, yaitu pariwisata, kesehatan, pendidikan, dan pemerintah daerah.

"Menurut saya, keempat sektor ini memiliki market yang besar di Indonesia dan ini akan menjadi karakter pengembangan bisnis BTN ke depan selain perumahan," tegasnya.

Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya BTN memperluas sumber pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan peran perbankan dalam mendukung kegiatan ekonomi di berbagai sektor.

RSUP Ngoerah Dorong Layanan Kesehatan Non-JKN

Direktur Utama RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah Bali, dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes., berharap kerja sama dengan BTN dapat mendukung pengembangan institusi dan meningkatkan kesejahteraan pegawai rumah sakit.

Melalui kemitraan ini, kedua pihak membuka peluang kolaborasi dalam layanan perbankan, fasilitas pembiayaan, dan program kemitraan.

Sukadarma juga mengapresiasi dukungan BTN berupa fasilitas ambulans serta akses layanan priority banking dan pembiayaan bagi pegawai rumah sakit.

"Kami berharap kerja sama ini dapat menghadirkan pengelolaan keuangan yang semakin modern, transparan, efisien, dan akuntabel, sekaligus memberikan kemudahan serta manfaat nyata bagi seluruh pegawai rumah sakit," katanya.

Salah satu fokus transformasi RSUP Ngoerah adalah pengembangan layanan non-JKN, yakni layanan di luar skema Jaminan Kesehatan Nasional.

Pengembangan layanan wellness dan estetika melalui Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center menjadi salah satu langkah untuk menjangkau kebutuhan pasien yang tidak hanya berkaitan dengan pengobatan penyakit.

Sukadarma menilai Bali memiliki potensi besar untuk mengembangkan layanan kesehatan yang terintegrasi dengan pariwisata.

Sebagai destinasi internasional, Bali berpeluang menarik pasien yang ingin memperoleh perawatan medis sekaligus menikmati pengalaman wisata.

"Kami sangat yakin dengan modal yang kami miliki, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana prasarana, masih sangat mungkin mengembangkan layanan yang dapat bersaing hingga tingkat internasional," jelasnya.

Kerja sama BTN dan RSUP Ngoerah diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat keterhubungan sektor perbankan, kesehatan, dan pariwisata.

Jika didukung kualitas pelayanan dan tata kelola yang baik, pengembangan wisata medis berpotensi memberikan manfaat bagi pasien, institusi kesehatan, serta perekonomian Bali.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Cuaca Bali Hari Ini 17 Oktober: Mayoritas Cerah, Bangli Hujan Ringan
Pramono Anung Resmikan Masjid Apung An-Nur di Ancol, Masuk Gratis hingga 11 Desember 2026
Rico Waas Dukung HUT ke-78 GPIB Immanuel, Ruang Doa untuk Jemaat dan Wisatawan Disiapkan
Lindungi Kesehatan Siswa dari Kabut Asap Karhutla, Disdik Binjai Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
Siswa PAUD hingga SMP di Medan Belajar Daring 16–21 Oktober akibat Kabut Asap, Kadisdikbud Imbau Orang Tua Awasi Anak di Rumah
Bak Danau Toba, Danau Lau Simeme di Deli Serdang Viral dan Bikin Wisatawan Terpukau
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru