BREAKING NEWS
Senin, 19 Oktober 2026

IHSG Ditutup 4.996, Turun 3,64%, Semua Sektor Merah di Tengah Sorotan MSCI

Adelia Syafitri - Senin, 19 Oktober 2026 17:37 WIB
IHSG Ditutup 4.996, Turun 3,64%, Semua Sektor Merah di Tengah Sorotan MSCI
IHSG kembali ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (19/10/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz/am.)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (19/10/2026). IHSG terkoreksi 188,49 poin atau 3,64% ke level 4.996,60, sehingga kembali berakhir di bawah level psikologis 5.000.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka pada level 4.961,88. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 4.907,37 hingga 5.012,87 sebelum akhirnya ditutup di zona merah.

Tekanan jual mendominasi perdagangan saham. Sebanyak 656 saham melemah, sedangkan 100 saham menguat dan 43 saham lainnya bergerak stagnan.

Baca Juga:

Pelemahan tersebut terjadi ketika investor masih mencermati berbagai ketidakpastian di pasar modal Indonesia, termasuk rencana perubahan klasifikasi pasar saham oleh penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Tekanan terjadi di seluruh indeks sektoral pada perdagangan Senin. Sektor barang baku mencatatkan penurunan terdalam, yakni sebesar 4,57%.

Berikutnya, sektor infrastruktur melemah 4,45%, sedangkan sektor barang konsumen siklikal turun 4,09%. Sektor barang konsumen non-siklikal terkoreksi 3,88% dan sektor kesehatan turun 3,64%.

Pelemahan juga terjadi pada sektor perindustrian sebesar 2,97%, energi 2,95%, transportasi 2,91%, properti 2,75%, teknologi 2,46%, serta keuangan 2,18%.

Sejalan dengan IHSG, sejumlah indeks saham acuan turut berakhir di zona merah. Indeks LQ45 turun 3,95% ke level 488,46, indeks KOMPAS100 melemah 4,10% ke posisi 630,96, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi 4,51% ke level 287,84.

Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham anggota indeks LQ45 masih mampu mencatatkan penguatan.

Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi pencatat kenaikan terbesar di indeks tersebut dengan penguatan 4,93%. Posisi berikutnya ditempati PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang naik 2,78% dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang menguat 2,52%.

Sebaliknya, tekanan jual terdalam di indeks LQ45 dialami PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), yang turun 7%.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Merdeka Battery Minerals Tbk (MBMA) masing-masing terkoreksi 6,95%.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp 18.046 per Dolar AS, Analis Soroti Sentimen MSCI dan Kebijakan Trump
Ketika Pasar Berjatuhan, Siapa yang Menjaga Masa Depan Bangsa?
Rupiah Melemah ke Rp18.053 per Dolar AS, Pasar Keuangan Indonesia Tertekan
IHSG Dibuka Ambruk ke Level 4.950! Ratusan Saham Berguguran, Sentimen MSCI Tekan Pasar Indonesia
IHSG Anjlok Usai Pengumuman MSCI, Ketua Banggar DPR Pertanyakan Perlakuan terhadap BEI: Pantaskah?
IHSG Anjlok Terparah Sejak Krisis 1998? Ini Pemicu dan Dampaknya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru