BREAKING NEWS
Jumat, 23 Oktober 2026

IHSG Dibuka Menguat, Langsung Berbalik Melemah! Saham BMRI, BBRI, dan TLKM Tertekan

Adelia Syafitri - Jumat, 23 Oktober 2026 09:34 WIB
IHSG Dibuka Menguat, Langsung Berbalik Melemah! Saham BMRI, BBRI, dan TLKM Tertekan
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026.

Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Indeks acuan pasar saham Indonesia itu berbalik melemah 0,24 persen sesaat setelah perdagangan dibuka.

Mengutip data RTI Infokom, IHSG dibuka pada level 5.397,33. Setelah itu, indeks bergerak di kisaran 5.370 hingga 5.405 pada awal perdagangan.

Baca Juga:

Pada periode yang sama, sebanyak 257 saham tercatat menguat, 199 saham melemah, dan 227 saham stagnan.

Adapun kapitalisasi pasar IHSG mencapai Rp9.495 triliun.

Tekanan pada awal perdagangan juga terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk saham perbankan dan telekomunikasi milik negara.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 0,78 persen ke level Rp3.820 per saham.

Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melemah 1,03 persen ke level Rp2.870 per saham.

Pelemahan juga dialami PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).

Saham perusahaan telekomunikasi tersebut turun 1,82 persen ke level Rp2.160 per saham.

Tim Riset Phintraco Sekuritas menilai investor perlu mencermati potensi aksi ambil untung atau profit taking.

Kewaspadaan tersebut muncul setelah IHSG mencatatkan penguatan selama tiga hari perdagangan berturut-turut.

Aksi ambil untung terjadi ketika investor menjual saham yang harganya telah naik untuk merealisasikan keuntungan.

Tekanan jual semacam ini berpotensi membuat indeks kembali melemah, terutama ketika ketidakpastian pasar global meningkat.

Secara teknikal, IHSG berpeluang menguji level resistance di angka 5.400.

Resistance merupakan level harga yang berpotensi menjadi penghambat kenaikan indeks.

Jika mampu bertahan di atas level tersebut, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan.

Sebaliknya, level 5.300 menjadi area support terdekat yang perlu diperhatikan.

Support merupakan level yang berpotensi menahan penurunan harga.

Apabila IHSG menembus level 5.300, indeks berpotensi menguji area support berikutnya di kisaran 5.180–5.200.

Level-level tersebut merupakan acuan analisis teknikal, bukan jaminan arah pergerakan IHSG pada perdagangan selanjutnya.

Selain pergerakan teknikal, kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati investor.

Harga minyak yang meningkat berpotensi menambah tekanan inflasi global, terutama karena energi merupakan komponen penting dalam biaya produksi dan transportasi.

Jika inflasi kembali meningkat, bank sentral dapat menghadapi keterbatasan untuk menurunkan suku bunga.

Bahkan, suku bunga berpotensi bertahan tinggi lebih lama atau kembali naik, bergantung pada perkembangan ekonomi dan inflasi.

Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap pasar saham maupun obligasi.

Suku bunga yang tinggi juga dapat meningkatkan volatilitas pasar keuangan karena investor menyesuaikan strategi investasinya.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak berpotensi memberikan sentimen positif bagi perusahaan di sektor energi, khususnya minyak dan gas.

Sektor batu bara juga berpeluang memperoleh dukungan apabila kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi global meningkat.

Namun, dampaknya terhadap setiap emiten tetap bergantung pada pergerakan harga komoditas, biaya operasional, dan kondisi fundamental perusahaan.

Dengan demikian, pergerakan IHSG pada akhir pekan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor teknikal, potensi aksi ambil untung, serta perkembangan ekonomi global.

Investor perlu mencermati pergerakan indeks dan saham-saham unggulan sebelum mengambil keputusan investasi.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca membeli atau menjual saham.

Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Setiap keputusan investasi memiliki risiko dan perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan serta profil risiko masing-masing investor.
* (bi/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Butuh Modal Usaha? KUR BCA 2026 Tawarkan Pinjaman hingga Rp500 Juta, Ini Syaratnya
Bursa RI Terancam Turun Kasta, 336 Investor Global Cecar OJK Soal Transparansi Saham
IHSG Ditutup Menguat 1,12 Persen ke Level 5.387, Sektor Energi Catat Kenaikan Tertinggi
Ingatkan Bahaya Investasi Bodong Hingga Judol, Pemprov Sumut Minta ASN Cerdas Kelola Gaji
Lahan HGU PTPN Disulap Jadi Citraland dan Pesona Cemara, Investasi atau Perampasan?
Pemprov Sumut Ingatkan ASN Waspada Investasi Bodong, Tekankan Pentingnya Mengelola Keuangan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru