Prabowo Dorong Bank BUMN Ringankan Kredit UMKM, Rosan Ungkap Arahan di Istana
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan jajaran direksi dan komisaris lima bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara
EKONOMI
JAKARTA – Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur kembali mengamankan tiga orang tersangka baru yang diduga terlibat dalam aksi penjarahan rumah mertua artis dan anggota DPR nonaktif Uya Kuya di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit. Dengan penangkapan ini, total tersangka telah mencapai 15 orang.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, mengatakan bahwa ketiga tersangka terbaru memiliki peran aktif dalam membawa keluar barang hasil jarahan dari dalam rumah korban.
"Tiga tersangka itu mengambil televisi secara bersama-sama saat peristiwa penjarahan. Mereka mengangkat bareng dari dalam rumah mertua Uya Kuya," ujar Dicky saat konferensi pers, Rabu (10/9/2025).
Penangkapan ketiga tersangka dilakukan pada Senin (8/9/2025) di lokasi yang berbeda. Polisi menangkap mereka di rumah masing-masing sebelum dibawa ke Mapolres Jakarta Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Penjarahan Terekam Kamera, Viral di Medsos
Aksi penjarahan yang terjadi beberapa waktu lalu sempat terekam kamera warga dan videonya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman terlihat dua perempuan dan satu pria berpakaian hitam membawa sebuah televisi layar besar keluar dari rumah sambil tertawa, bahkan sempat merekam aksi mereka sendiri.
Baca Juga:
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal telah mengumumkan penetapan 12 tersangka. Polisi menyebut para pelaku memiliki peran yang berbeda-beda, mulai dari provokator, penjarah, hingga pelaku penyerangan terhadap aparat keamanan.
"Sebanyak 12 orang sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Mereka punya peran yang berbeda-beda dalam aksi ini," ungkap Alfian.
Polisi Selidiki Dugaan Aktor Intelektual
Kepolisian memastikan bahwa penyidikan akan terus dikembangkan. Dugaan adanya aktor intelektual atau pihak yang mengorganisasi aksi penjarahan ini juga tengah diselidiki, mengingat aksi tersebut berlangsung terorganisir dan sistematis.
Kasus ini menjadi perhatian publik lantaran menyasar rumah keluarga publik figur dan politisi, serta mencuatnya rekaman viral yang menunjukkan aksi tidak bermoral dari para pelaku.
"Kami akan kejar siapa pun yang terlibat. Tidak ada toleransi bagi tindakan anarkis dan kriminal yang meresahkan masyarakat," tegas Dicky.*
(bs/j006)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan jajaran direksi dan komisaris lima bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara
EKONOMI
SINGKIL Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 tahun 2026, Polres Aceh Singkil melaksanakan kegiatan anjangsana kepada para pu
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan menyiapkan sejumlah kantong parkir atau parkir satelit di sekitar Stadion Teladan guna mengantisipasi lonjak
PEMERINTAHAN
JAKARTA Calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih diwajibkan mengikuti pelatihan dasar militer s
PEMERINTAHAN
JAKARTA Relawan Garda Prabowo melaporkan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, ke B
NASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti
EKONOMI
JAKARTA Pemeriksaan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya oleh penyidik Kejaksaan Agung mengungkap perkembangan bar
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Kabupaten Karo berencana menghapus retribusi masuk ke kawasan pemandian air panas Sidebukdebuk setelah mendapat masuka
PEMERINTAHAN
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) berencana segera mengisi tujuh posisi Dewan Pengarah yang selama ini masih kosong. Sejumlah ahli gizi,
NASIONAL
JAKARTA Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menjalani pemeriksaan selama sekitar 10 jam di Gedung Jaksa Agung M
HUKUM DAN KRIMINAL