PWNU: Lembaga Pendidikan Indonesia Masuk Fase Darurat Kekerasan Seksual
JAKARTA Kasus kekerasan seksual yang melibatkan pengasuh Padepokan Padang Ati di Pekalongan kembali memicu keresahan publik. Peristiwa i
NASIONAL
PANDEGLANG – Kapolda Banten Irjen Abdul Karim meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terkait kasus sweeping yang dilakukan sejumlah anggota ormas di Pandeglang. Pasca-dugaan pengeroyokan terhadap seorang ustaz, Kapolda menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menindak tegas para pelaku.
“Tim Polda Banten dan Polres Pandeglang bersama tokoh masyarakat dan ulama setempat telah sepakat menyelesaikan masalah ini dengan jalur hukum. Kami meminta warga untuk tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Serahkan kasus ini kepada kami. Kami akan melakukan tindakan hukum tegas terhadap para pelakunya,” kata Abdul Karim dalam keterangannya Rabu (3/4/2024).
Menurut Kapolda, pihaknya tidak akan mentolerir pelaku yang mengganggu ketertiban masyarakat, terutama di bulan Ramadan. Dia berharap tidak ada sekelompok orang yang mengganggu atau merusak kondusifitas masyarakat yang sudah terjaga saat ini.
“Polda Banten tidak mentolerir tindakan-tindakan yang mengganggu keamanan masyarakat apalagi di bulan suci Ramadan ini. Banten secara umum kondusif dan saat ini warga sedang menjalankan ibadah puasa dengan khusuk,” tandasnya.
Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan agar tidak merusak kondusifitas Banten dengan tindakan yang tidak bertanggung jawab. Dia menegaskan bahwa kepolisian akan melakukan tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang mengganggu keamanan.
Polda Banten juga menyampaikan apresiasi kepada tokoh ulama dan masyarakat Pandeglang yang telah meredam situasi. Hal ini menunjukkan komitmen kerja sama antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Banten.
Sementara itu, AKBP Oki Bagus menjelaskan bahwa kejadian sweeping oleh sejumlah ormas di Pandeglang dipicu oleh dugaan pengeroyokan terhadap ustaz warga Kecamatan Saketi. Meskipun kejadian tersebut terjadi di wilayah hukum Polres Serang Kota, namun dampaknya meluas ke Pandeglang sehingga ormas melakukan sweeping ke kantor-kantor Kosipa.
Peristiwa ini menunjukkan kompleksitas situasi di Pandeglang dan menuntut penanganan yang cepat dan tepat dari pihak berwenang. Dengan komitmen kerja sama antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi dapat segera mereda dan ketertiban dapat dipulihkan.
(K/09)
JAKARTA Kasus kekerasan seksual yang melibatkan pengasuh Padepokan Padang Ati di Pekalongan kembali memicu keresahan publik. Peristiwa i
NASIONAL
SOLO Pakar linguistik Universitas Sebelas Maret (UNS), Miftah Nugroho, menilai Indonesia belum siap menerapkan pengajaran bahasa Prancis
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Momentum Idul Adha tidak sematamata dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, umat Islam diajak un
AGAMA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Waisak 2570 Buddhis Era (BE) kepada seluruh umat Buddha di Indon
NASIONAL
MAKKAH Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf menyatakan proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air akan dimula
AGAMA
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Minggu, 31 Mei 2026, terpantau tidak mengalami perubahan dibandingkan perd
EKONOMI
SORONG Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&039ti menegaskan pemerintah terus berupaya memastikan seluruh ana
PENDIDIKAN
JAKARTA Banyak orang kerap bertanya mengapa seseorang tetap bertahan dalam aktivitas judi online (judol) meski telah mengalami kerugian
KESEHATAN
JAKARTA Firma riset pasar teknologi Counterpoint Research merilis daftar 10 smartphone terlaris di dunia selama kuartal pertama 2026. Ha
SAINS DAN TEKNOLOGI
BANDA ACEH Polresta Banda Aceh melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) menggelar sosialisasi penerapan UndangUndang Nomor 20 Tahun
NASIONAL