Panen Sekali Jadi Tiga Kali Setahun, Kisah Petani Ngawi di Balik 8 Tamu Spesial Prabowo di Sidang MPR
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto membawa delapan warga Indonesia
NASIONAL
JAKARTA – Sebuah kejadian tragis mengguncang kawasan Jakarta Barat ketika seorang pengemudi taksi online, Michael Gomgom (30), ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Barat atas dugaan penodongan dan pemerasan terhadap seorang penumpang wanita. Di balik tindakan kriminal yang dilakukan anaknya, ibu pelaku tidak mampu menahan air mata saat melihat anaknya digiring polisi.
Saat itu, pelaku diturunkan dari mobil polisi dan dibawa ke ruang penyidik dengan tangan terborgol. Tangis ibu pelaku serta keluarganya pecah begitu mereka melihat keadaan anak mereka yang kini berada di bawah penjagaan kepolisian.
“Saat itulah tangis ibu pelaku dan keluarga lainnya pecah. Mereka tampak memeluk pelaku yang kini sudah ditangkap polisi lantaran diduga melakukan penodongan dan pemerasan kepada korban,” ungkap salah satu sumber.
Sebelumnya, kejadian yang menimpa seorang penumpang wanita menjadi perbincangan hangat di media sosial. Korban menyebutkan bahwa dia menjadi sasaran kekerasan, pemerasan, bahkan percobaan penculikan saat menggunakan layanan taksi online. Cerita tersebut viral setelah korban membagikannya melalui akun Instagram.
Kisah tragis dimulai ketika korban hendak pulang ke rumah setelah berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan. Dia memesan taksi online dan mengecek nomor polisi mobil yang sesuai dengan aplikasi. Namun, kejanggalan muncul ketika mobil taksi tersebut memasuki tol, sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan.
Penumpang mulai curiga dan mengecek kembali aplikasi taksi online yang menunjukkan bahwa pengemudi tidak menekan tombol ‘Pick Up’. Keadaan semakin memburuk ketika pengemudi mulai menodongkan ponsel ke penumpang dan meminta transfer uang secara paksa.
Tidak sanggup menerima keadaan tersebut, korban mengambil tindakan ekstrem dengan melompat keluar dari mobil yang bergerak pelan di tol. Namun, aksi heroik korban tidak berhasil menghentikan kejahatan yang dilakukan pengemudi. Dalam kondisi terdesak, korban dipaksa masuk kembali ke mobil dan diancam untuk membayar sejumlah uang.
Aksi heroik terus dilakukan oleh korban, hingga dia berhasil melarikan diri dengan melompat dari tepi tol yang cukup tinggi, meskipun mengalami luka-luka. Sementara itu, pengemudi taksi online berhasil melarikan diri dengan membawa ponsel milik korban.
Kejadian tragis ini menjadi peringatan bagi masyarakat akan bahaya yang mungkin terjadi saat menggunakan layanan transportasi online. Penegakan hukum yang tegas menjadi harapan agar kejadian serupa tidak terulang kembali, dan para pelaku mendapat hukuman setimpal atas perbuatan kriminal mereka.
(AS)
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto membawa delapan warga Indonesia
NASIONAL
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto menyiapkan strategi dokter ter
NASIONAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menghadiri opening ceremony peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke21 di Balai Meuseuraya
PEMERINTAHAN
Oleh Yakub F. IsmailMENGINJAK usia 81 tahun, Indonesia kini tidak lagi berada pada tahap mempertahankan kemerdekaan, melainkan sedang memas
OPINI
JAKARTA Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, perempuan dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan untuk mendapatkan ruang yang s
NASIONAL
KUTAI KARTANEGARA PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menggelar pemeriksaan kesehatan mata bagi pelajar sekolah dasar di wilayah Delta Mahak
KESEHATAN
NAGEKEO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo (M) 7,7 yang menggunc
PERISTIWA
JAKARTA Sebanyak 76 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional resmi dikukuhkan WakilWakil Presiden Gibran Ra
NASIONAL
JAKARTA Partai Gerindra menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah mencatat sejumlah capaian positif selama 21 bulan terakhir.
POLITIK
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan wacana pemberian kewarganegaraan ganda bagi talenta tertentu yang
NASIONAL