Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Belum Rampung, Kadis PKPCKTR Pilih Bungkam: No Komen
MEDAN Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan yang sebelumnya ditargetkan selesai pada Februari 2026 hingga kini belum sepenuhnya dap
PEMERINTAHAN
JAKARTA -Di tengah sorotan publik yang memperhatikan tindak kekerasan, anak mantan pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rafael Alun Trisambodo, harus menelan pil pahit saat putusan pengadilan menjatuhkan hukuman panjang. Bersama rekan setangguhnya, Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas, mereka menghadapi realita kelam di balik jeruji besi Lapas Salemba.
Dalam sebuah adegan yang menampar hati, kedua terdakwa, Mario Dandy dan Shane Lukas, disaksikan oleh banyak mata yang penasaran, berdiri tegar mengenakan busana sederhana. Tetapi, di balik senyuman yang tercipta, tersirat kebingungan dan kepahitan atas nasib yang tergantung pada bilangan hitam dan putih dalam berita acara pelaksanaan putusan pengadilan.
Dalam sebuah putusan yang diambil oleh Mahkamah Agung (MA), Mario Dandy dan Shane Lukas terpaksa harus meratapi masa depan mereka di balik jeruji besi, setelah kasasi yang diajukan mereka ditolak tanpa belas kasihan. Mario Dandy dijatuhi hukuman 12 tahun penjara, sedangkan Shane Lukas mendapat vonis 5 tahun.
Tidak hanya memilukan bagi kedua terdakwa, namun juga bagi keluarga mereka. Rafael Alun Trisambodo, sang ayah yang pernah menjabat sebagai pejabat Ditjen Pajak Kemenkeu, kini harus menelan pahitnya kekecewaan dan harapan yang hancur. Baginya, ini adalah ujian berat yang mungkin tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Dalam proses hukum yang panjang dan melelahkan, keadilan diukur dengan takdir yang tertera dalam hitungan angka di sebuah putusan pengadilan. Meskipun demikian, di balik kata-kata dingin dan keputusan yang terkubur dalam undang-undang, ada manusia-manusia yang harus menghadapi konsekuensi atas tindakan mereka.
Keputusan MA yang menolak kasasi Mario Dandy dan Shane Lukas tidak hanya menjadi pelajaran bagi mereka, tetapi juga cermin bagi kita semua. Bahwa, di dunia yang keras dan tanpa ampun, tiap tindakan memiliki konsekuensi, dan tiap pelanggaran akan dibayar dengan harga yang mahal.
Sementara nama-nama dan peristiwa ini akan segera menghilang dari berita, cerita ini akan tetap terpatri dalam ingatan. Sebuah peringatan bagi kita semua untuk berpikir dua kali sebelum bertindak, dan untuk selalu berpegang pada prinsip kejujuran dan keadilan, bahkan ketika godaan menghampiri.
(K/09)
MEDAN Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan yang sebelumnya ditargetkan selesai pada Februari 2026 hingga kini belum sepenuhnya dap
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Oknum camat di Kabupaten Deli Serdang yang sempat dinonaktifkan setelah menjadi sorotan publik kini kembali aktif bertugas.
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Kabupaten Deli Serdang, Sandra Dewi Situmorang
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut sepakat memperketat pengawasan distribusi L
PEMERINTAHAN
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menerima kunjungan kerja jajaran PLN UP3 Rantau Prapat di Ruang Hijau Rumah Dinas Bupati Asaha
PEMERINTAHAN
ASAHAN Pemerintah Kabupaten Asahan menyerahkan bantuan keuangan khusus sebesar Rp30 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen, Provinsi
PEMERINTAHAN
ENDE Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak boleh menjadi pesaing bagi
EKONOMI
JAKARTA Dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mengemuka. Kali ini, muncul temuan terkait pengadaan
HUKUM DAN KRIMINAL
VANCOUVER Kemenangan besar Kanada atas Qatar dengan skor 60 pada laga Grup B Piala Dunia 2026 berubah menjadi kabar duka setelah gelandan
OLAHRAGA
JAKARTA Rencana pemanfaatan ribuan motor listrik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menumpuk di gudang mendapat sorotan baru. Pe
NASIONAL