Pigai: Jangan Percaya Lembaga Survei di Indonesia, Banyak yang Abal-Abal
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
SURABAYA –Tiga tersangka dalam kasus kematian tragis dr. Aulia Risma Lestari, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro (Undip), kini telah dikenakan pencegahan untuk pergi ke luar negeri. Keputusan ini diambil untuk menghindari hambatan dalam proses penyidikan lebih lanjut.
Tiga tersangka tersebut adalah Kaprodi Anestesiologi di Fakultas Kedokteran Undip, dr. Taufik Eko Nugroho, Kepala Staf Medis Prodi Anestesi Undip, Sri Maryani, dan seorang dokter residen yang juga senior korban berinisial ZYA. Langkah pencegahan ini diumumkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Dwi Subagio, pada Jumat (27/12).
“Kami sudah mengirimkan permintaan pencegahan ke Imigrasi untuk mencegah tersangka pergi ke luar negeri,” ujar Kombes Pol Dwi Subagio dalam keterangannya kepada media.
Menurut Subagio, pencegahan ini dilakukan untuk memastikan bahwa para tersangka tidak menghalangi jalannya proses penyidikan yang sedang berlangsung. Meskipun demikian, ketiga tersangka belum ditahan hingga saat ini dan masih menjalankan aktivitas mereka seperti biasa.
“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap mereka. Setelah itu, kami akan tentukan langkah lebih lanjut,” tambahnya.
Kasus kematian dr. Aulia Risma Lestari mengguncang kalangan akademik dan medis di Indonesia. Almarhumah diketahui meninggal dunia dalam sebuah insiden yang melibatkan kelalaian medis saat menjalani pendidikan spesialisasi. Pihak kepolisian terus mendalami dugaan kelalaian yang menyebabkan kejadian tersebut.
Polda Jateng berharap dengan langkah pencegahan ke luar negeri, proses hukum terhadap para tersangka dapat berjalan dengan lancar, dan mereka akan bertanggung jawab atas kejadian yang telah menelan korban jiwa tersebut.
Proses penyidikan masih berlangsung dan pihak kepolisian mengungkapkan bahwa akan ada langkah-langkah hukum lebih lanjut setelah pemeriksaan lebih lanjut terhadap para tersangka.
(N/014)
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
PEMATANGSIANTAR Seorang pengemudi mobil, Sapriadi (47), diamuk warga setelah diduga meninggalkan lokasi kecelakaan lalu lintas di Kota P
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Video Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, yang terlihat emosional saat berdebat dengan petugas Badan Nasional P
PERISTIWA
SURABAYA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengancam akan mengumumkan nama partai politi
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kegiatan Transformasi HKBP yang digelar Huria Kristen Batak Protestan (HKBP
PEMERINTAHAN
DAIRI Polisi mengungkap alasan RS, 52 tahun, yang diduga menganiaya dua anak berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, di Kabupaten Dair
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau kondisi ratusan warga korban angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota M
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara menjelaskan alasan AKP Fadlun Al Fitri tidak dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) meski t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kebakaran huta
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap adanya keterkaitan antara kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair dan 1,3 ton ketamin d
HUKUM DAN KRIMINAL