Prabowo Ucapkan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE, Perayaan Dipusatkan di Candi Borobudur
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Waisak 2570 Buddhis Era (BE) kepada seluruh umat Buddha di Indon
NASIONAL
YOGYAKARTA -Kasus penyiraman air keras terhadap seorang mahasiswi berinisial NH di Yogyakarta telah menggegerkan warga setempat. Peristiwa tersebut terjadi pada malam Natal, di mana korban disiram air keras oleh mantan pacarnya, Billy, yang tidak terima diputuskan hubungan asmara setelah menjalin cinta selama tiga tahun.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Probo Satrio, mengungkapkan bahwa pelaku B (Billy) melibatkan seorang pelaku lain, S, untuk membalaskan sakit hatinya. “Pelaku B merasa sakit hati karena hubungan mereka berakhir. Dia mencari seseorang yang bisa dibayar untuk melampiaskan dendamnya. Pelaku B kemudian bertemu dengan pelaku S yang menyanggupi tugas tersebut dengan imbalan Rp7 juta,” kata Probo dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (27/12/2024).
Uniknya, pelaku B yang kesal atas putusnya hubungan, menggunakan identitas palsu dalam komunikasi dengan pelaku S. Ia mengaku sebagai seorang wanita bernama Shen Lung yang merasa dikhianati oleh suaminya yang menjalin hubungan dengan korban. Dalam pesan-pesan WhatsApp yang dikirimkan, pelaku B menyuruh pelaku S untuk menyiram air keras ke korban sebagai bentuk pembalasan.
“Pelaku B berkomunikasi dengan pelaku S hanya melalui pesan WhatsApp dan memastikan bahwa identitasnya tetap tersamarkan. Uang bayaran pun diberikan secara bertahap dan diletakkan di tempat tertentu agar tidak ada tatap muka langsung,” tambah Probo.
Setelah melakukan pengintaian selama beberapa hari di tempat kost korban yang terletak di kawasan Baciro, Gondokusuman, pelaku S akhirnya melancarkan aksinya. Korban yang tidak menyangka sama sekali menjadi sasaran kekerasan itu, harus menerima serangan dengan air keras yang menyebabkan luka bakar serius pada tubuhnya.
Saat ini, korban NH masih menjalani perawatan intensif di RSUP Sardjito Yogyakarta akibat luka-luka yang dideritanya. Pihak kepolisian telah menetapkan kedua pelaku, B dan S, sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka dijerat dengan pasal berlapis tentang penganiayaan berat dan terorisme dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Kompol Probo Satrio menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus mendalami kasus ini, termasuk mengungkap lebih lanjut motif dan latar belakang para pelaku. “Kami akan terus melakukan penyelidikan dan memastikan bahwa keadilan akan ditegakkan. Ini adalah kasus yang sangat serius dan kami berkomitmen untuk membawa para pelaku ke pengadilan,” ujar Probo.
Kasus ini menjadi peringatan penting mengenai dampak dari tindakan kekerasan yang dipicu oleh masalah pribadi, serta bagaimana teknologi dapat digunakan untuk merencanakan kejahatan. Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu mengedepankan dialog dan penyelesaian masalah dengan cara damai, dan tidak terjebak dalam kekerasan.
(N/014)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Waisak 2570 Buddhis Era (BE) kepada seluruh umat Buddha di Indon
NASIONAL
MAKKAH Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf menyatakan proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air akan dimula
AGAMA
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Minggu, 31 Mei 2026, terpantau tidak mengalami perubahan dibandingkan perd
EKONOMI
SORONG Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&039ti menegaskan pemerintah terus berupaya memastikan seluruh ana
PENDIDIKAN
JAKARTA Banyak orang kerap bertanya mengapa seseorang tetap bertahan dalam aktivitas judi online (judol) meski telah mengalami kerugian
KESEHATAN
JAKARTA Firma riset pasar teknologi Counterpoint Research merilis daftar 10 smartphone terlaris di dunia selama kuartal pertama 2026. Ha
SAINS DAN TEKNOLOGI
BANDA ACEH Polresta Banda Aceh melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) menggelar sosialisasi penerapan UndangUndang Nomor 20 Tahun
NASIONAL
OlehDony KarnoDI negeri yang begitu sering berbicara tentang persatuan, ada satu ironi yang diamdiam tumbuh seperti lumut di dinding keban
OPINI
OlehKamrussamadPADA hari raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 ekor sapi yan
OPINI
JAKARTA Dalam ajaran Islam, rezeki tidak hanya diukur dari jumlah harta atau besarnya penghasilan yang dimiliki seseorang. Lebih dari it
AGAMA