Praperadilan Ketiga Kandas, Roy Suryo Disebut Bakal Ajukan Gugatan Jilid Keempat
JAKARTA Polda Metro Jaya merespons putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang tidak menerima gugatan praperadilan ke
NASIONAL
JAKARTA -Kasus peredaran uang palsu dalam jumlah besar berhasil diungkap Polsek Metro Tanah Abang berkat temuan sebuah tas misterius di gerbong kereta menuju Rangkasbitung.
Dalam pengungkapan ini, sebanyak delapan orang pelaku ditangkap dan uang palsu senilai miliaran rupiah berhasil diamankan.
Kejadian bermula pada Senin (7/4), ketika pihak kepolisian menerima laporan mengenai sebuah tas mencurigakan yang tertinggal di gerbong kereta.
Setelah diperiksa, tas tersebut berisi uang palsu dalam jumlah besar. Polisi pun melakukan pengintaian sambil menunggu pemilik tas datang mengambil.
Tak lama kemudian, seorang pria bernama Sujari datang untuk mengambil tas tersebut. Terjadi perdebatan singkat dengan petugas, lantaran ia enggan membuka isi tas.
Namun, Sujari akhirnya mengaku bahwa tas tersebut berisi uang palsu dengan total Rp 316 juta.
"Yang bersangkutan mengaku ini adalah uang yang palsu, dengan nilai pada saat itu menghitung Rp 316 juta uang palsu yang ia bawa," ungkap Kapolsek Metro Tanah Abang, Kompol Haris Akhmat Basuki, dalam konferensi pers pada Kamis (10/4).
Bermodal keterangan dari Sujari, polisi mengembangkan kasus ini dan menangkap tujuh pelaku lainnya, yaitu Budi Irawan, Elyas, Bayu Setyo Aribowo, Babay Bahrum Ulum, Amir Yadi, Lasmino Broto Sejati, dan Dian Slamet Riyadi.
Para pelaku ditangkap di sejumlah lokasi, termasuk Mangga Besar, Subang, hingga Kota Bogor. Mereka berperan sebagai penyedia, perantara, hingga produsen uang palsu.
Tersangka terakhir, Dian, diketahui sebagai otak produksi uang palsu. Dari tangannya, polisi menyita peralatan pencetak uang palsu dan uang palsu siap edar.
Barang Bukti yang Diamankan
Polisi menyita:
JAKARTA Polda Metro Jaya merespons putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang tidak menerima gugatan praperadilan ke
NASIONAL
JAKARTA Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 yang mencapai 5,29 persen secara tahunan (yearonyear/yoy) mendapat apresiasi
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap penyebab banyaknya kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG).Kami melihat beberapa sebab,
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku menjadi menteri paling tidak beruntung karena harus menghadapi berbagai t
EKONOMI
SEOUL Pemerintah Korea Selatan mengungkapkan Indonesia telah berupaya memfasilitasi pembicaraan antara Seoul dan Pyongyang. Namun, usulan
INTERNASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan hukuman mati bagi pelaku korup
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap besaran uang dalam amplop yang diserahkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhard
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Keuangan (Kemenkeu) siap mengucurkan suntikan dana bantuan sebesar Rp20,5 triliun kepada 490 pemerintah daerah (pemda)
EKONOMI
JAKARTA Hakim tunggal praperadilan pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, I Ketut Darpawan, menolak permohonan praperadilan jilid II
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kami
NASIONAL