Dua Versi Berbeda, Kesaksian Kolonel Latief dan Keterangan Soeharto soal Pertemuan Sebelum G30S
JAKARTA Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30S hingga kini masih menjadi salah satu episode penting dalam sejarah Indonesia. Salah
NASIONAL
MEDAN – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Muhammad Suhada (15), remaja yang tewas tertembak dalam insiden penembakan oleh Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan, pada Minggu (4/5/2025) dini hari.
Jenazah Suhada dimakamkan di tengah tangis haru keluarga dan kerabat di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Senin (5/5/2025).
Zainuddin, ayah sambung korban, menceritakan bahwa dirinya mendapat kabar duka tersebut saat subuh.
"Saya dapat informasinya jam lima pagi. Tahunya dari kabar yang beredar," ungkap Zainuddin saat ditemui di rumah duka.
Pergi Tanpa Pamit
Suhada, yang sudah tidak bersekolah sejak duduk di bangku SMP, diketahui meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga. Ibunya sedang menjaga orang tua yang sakit, sementara Suhada seharusnya menjaga adik di rumah.
"Dia pergi tanpa pamit. Harusnya dia di rumah jaga adiknya. Tapi entah bagaimana, dia malah kumpul sama kawan-kawannya," ucap Zainuddin lirih.
Informasi dari teman-teman korban menyebutkan bahwa penembakan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Suhada sempat dibawa ke RS Bhayangkara Medan, namun nyawanya tak tertolong akibat luka tembak yang dideritanya.
"Katanya ditembak sekitar jam 2 pagi. Saya nggak tahu berapa kali tembakan, tapi yang jelas ada peluru yang mengenai tubuhnya," jelas Zainuddin.
Latar Belakang Suhada
Muhammad Suhada merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Ia memilih berhenti sekolah demi membantu orang tua bekerja.
"Dia memang sudah nggak sekolah. Cuma bantu-bantu kerja aja di rumah," kata Zainuddin.
Tuntutan Keadilan Masyarakat
Insiden ini memicu reaksi keras dari masyarakat, terutama setelah terungkap bahwa penembakan dilakukan langsung oleh pejabat kepolisian. Banyak pihak menuntut evaluasi terhadap Kapolres Belawan dan menyoroti penggunaan senjata dalam penanganan tawuran remaja.*
(ms/J006)
JAKARTA Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30S hingga kini masih menjadi salah satu episode penting dalam sejarah Indonesia. Salah
NASIONAL
DELI SERDANG, BITV Warga Dusun II, Gang Buntu, Desa Cinta Damai, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, meng
PERISTIWA
JAKARTA Pemerintah telah memblokir 659.419 rekening yang diduga berkaitan dengan aktivitas keuangan ilegal hingga 31 Agustus 2026. Pemblok
EKONOMI
MEDAN Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Andre Rosiade menyebut Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution sebagai sosok
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pakar hukum Denny Indrayana mengatakan gugatan yang diajukannya terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstit
POLITIK
YOGYAKARTA Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan Joko Widodo merupakan alumnus Fakultas Kehutanan UGM dan menyatakan memiliki a
POLITIK
KARO Wakil Rektor II Institut Teknologi dan Bisnis (IT&B) Kabanjahe, Asprina Surbakti (38), ditemukan tewas di kamar mandi rumahnya di Kab
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Partai Golkar menilai partai politik pendukung Prabowo SubiantoGibran Rakabuming Raka tidak perlu turun tangan menghadapi gugatan
POLITIK
JAKARTA Harga emas Antam hari ini, Minggu (27/9/2026), tercatat stabil dibandingkan perdagangan sebelumnya. Harga emas Antam ukuran 1 gram
EKONOMI
BOGOR Eks Kepala Lapas Cibinong Kelas IIA Wisnu Hani Putranto memiliki total kekayaan Rp3,19 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pen
NASIONAL