Sentuhan Humanis di Pidie! 500 Warga Antusias Serbu Bakti Kesehatan dan Terima Kursi Roda dari Polri
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JAKARTA -Sidang lanjutan kasus dugaan suap komisioner KPU dan perintangan penyidikan kasus Harun Masiku dengan terdakwa Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (12/6).
Dalam sidang kali ini, sejumlah tokoh politik dari PDIP turut hadir memberikan dukungan langsung kepada Hasto. Di antaranya Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, serta politikus senior Ribka Tjiptaning dan Ferdinand Hutahaean.
Ganjar Pranowo tiba di ruang sidang sekitar pukul 09.27 WIB dan langsung disapa oleh Hasto yang mengenakan batik merah. "Pak Doktor, terima kasih," ujar Hasto saat menyalami Ganjar. "Semangat," jawab Ganjar sambil membalas jabat tangan.
Ahli dari UI Dihadirkan
Dalam persidangan, jaksa KPK menghadirkan Frans Asisi Datang, dosen dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), sebagai ahli. Ia dihadirkan untuk menganalisis percakapan yang disadap KPK, baik melalui WhatsApp maupun percakapan telepon terkait kasus Harun Masiku.
Dakwaan Terhadap Hasto
Hasto didakwa terlibat dalam dua perkara sekaligus:
Dugaan Suap Komisioner KPU RI
Hasto disebut turut memberikan dukungan dana sebesar Rp 600 juta untuk menyuap Komisioner KPU saat itu, Wahyu Setiawan, agar menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR lewat mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW).
Suap diberikan melalui Agustiani Tio dan Saeful Bahri, dengan peran aktif Harun Masiku dan Donny Tri Istiqomah.
Perintangan Penyidikan
Hasto disebut melakukan upaya menghalangi penyidikan dengan mengumpulkan saksi-saksi dan mengarahkan agar mereka tidak berkata jujur kepada penyidik KPK.
Ia juga memerintahkan seorang penjaga rumah bernama Nur Hasan untuk menghubungi Harun Masiku agar merendam HP-nya dalam air dan melarikan diri.
Pada 6 Juni 2024, ia memerintahkan stafnya Kusnadi untuk menenggelamkan ponsel agar tidak ditemukan penyidik.
Kasus ini terus menarik perhatian publik karena terkait dengan tokoh sentral partai besar serta nama buronan yang hingga kini belum tertangkap, yaitu Harun Masiku.*
(kp/j006)
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan besar dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Prabowo men
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedu
NASIONAL
JAKARTA Tembakan gas air mata kembali dilepaskan ke arah kerumunan massa di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pejompongan Raya, Jakart
PERISTIWA
LANGKAT Tim futsal putri SMK Negeri 2 Binjai berhasil meraih juara 2 dalam turnamen Piala RA CUP yang digelar di Gedung Olahraga Langkat.
OLAHRAGA
JAKARTA Anas Urbaningrum menilai perdebatan mengenai pernyataan Budi Arie di hadapan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan perubahan sebel
POLITIK
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi para nazir wakaf di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ha
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA