Komarudin Respons Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau: Bukan Banteng, Jadi Tak Masalah
JAKARTA Ketua DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, menanggapi santai sorotan publik terkait prosesi adat yang memperlihatkan Presiden
POLITIK
JAKARTA -Sidang lanjutan kasus dugaan suap komisioner KPU dan perintangan penyidikan kasus Harun Masiku dengan terdakwa Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (12/6).
Dalam sidang kali ini, sejumlah tokoh politik dari PDIP turut hadir memberikan dukungan langsung kepada Hasto. Di antaranya Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, serta politikus senior Ribka Tjiptaning dan Ferdinand Hutahaean.
Ganjar Pranowo tiba di ruang sidang sekitar pukul 09.27 WIB dan langsung disapa oleh Hasto yang mengenakan batik merah. "Pak Doktor, terima kasih," ujar Hasto saat menyalami Ganjar. "Semangat," jawab Ganjar sambil membalas jabat tangan.
Ahli dari UI Dihadirkan
Dalam persidangan, jaksa KPK menghadirkan Frans Asisi Datang, dosen dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), sebagai ahli. Ia dihadirkan untuk menganalisis percakapan yang disadap KPK, baik melalui WhatsApp maupun percakapan telepon terkait kasus Harun Masiku.
Dakwaan Terhadap Hasto
Hasto didakwa terlibat dalam dua perkara sekaligus:
Dugaan Suap Komisioner KPU RI
Hasto disebut turut memberikan dukungan dana sebesar Rp 600 juta untuk menyuap Komisioner KPU saat itu, Wahyu Setiawan, agar menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR lewat mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW).
Suap diberikan melalui Agustiani Tio dan Saeful Bahri, dengan peran aktif Harun Masiku dan Donny Tri Istiqomah.
Perintangan Penyidikan
Hasto disebut melakukan upaya menghalangi penyidikan dengan mengumpulkan saksi-saksi dan mengarahkan agar mereka tidak berkata jujur kepada penyidik KPK.
Ia juga memerintahkan seorang penjaga rumah bernama Nur Hasan untuk menghubungi Harun Masiku agar merendam HP-nya dalam air dan melarikan diri.
Pada 6 Juni 2024, ia memerintahkan stafnya Kusnadi untuk menenggelamkan ponsel agar tidak ditemukan penyidik.
Kasus ini terus menarik perhatian publik karena terkait dengan tokoh sentral partai besar serta nama buronan yang hingga kini belum tertangkap, yaitu Harun Masiku.*
(kp/j006)
JAKARTA Ketua DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, menanggapi santai sorotan publik terkait prosesi adat yang memperlihatkan Presiden
POLITIK
JAKARTA Sidang praperadilan yang diajukan Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026), diwarnai insiden yang diseb
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Fakta baru kembali mencuat dalam sidang dugaan korupsi pengadaan Papan Tulis Interaktif (Smartboard) pada Dinas Pendidikan Kabupat
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Anggota DPRD Kota Binjai Fraksi PDI Perjuangan, Arif Jaka Sona, resmi dilantik sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjua
POLITIK
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan segera melakukan pertemuan dengan pihak Meta menyusul meningkatnya temuan kome
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi mengenai dugaan dua desa di I
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah mulai menggulirkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun pada semester II 2026. Kebijakan yang mulai berlaku
NASIONAL
JAKARTA Programprogram strategis nasional yang dijalankan pemerintah diminta tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah memberikan apresiasi kepada masyarakat yang berpartisipasi dalam jajak pendapat (polling) penentuan logo resmi Hari U
NASIONAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Senin (29/6/2026). Bursa saham domestik melema
EKONOMI