BREAKING NEWS
Selasa, 03 Maret 2026

Batu Bara Mencengkam!!! Geng Motor Bersenjata Serang Kafe di Kuala Tanjung, Warga Nyaris Kehilangan Nyawa

Muhammad Taufik - Minggu, 24 Agustus 2025 07:34 WIB
Batu Bara Mencengkam!!! Geng Motor Bersenjata Serang Kafe di Kuala Tanjung, Warga Nyaris Kehilangan Nyawa
Sekelompok geng motor bersenjata tajam menyerbu sebuah kafe di Dusun 5, Desa Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Minggu dini hari (24/8/2025). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BATUBARA – Malam yang seharusnya tenang di Dusun 5, Desa Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, berubah menjadi mencekam.

Sekitar pukul 00.30 WIB, Minggu dini hari (24/8/2025), sekelompok geng motor bersenjata tajam menyerbu sebuah kafe yang biasanya menjadi tempat nongkrong anak muda setempat.

Serangan mendadak itu membuat suasana riang malam Minggu berubah menjadi kekacauan dan kepanikan.

Menurut informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber media online, tiga pemuda yang tengah asyik menikmati kopi, yakni Mulhim (24), Alwi (24), dan Ebi (18), nyaris menjadi korban penganiayaan.

Mereka berlari pontang-panting menghindari sabetan klewang yang diarahkan oleh para pelaku.

Detik-detik dramatis itu hampir saja merenggut nyawa mereka, meninggalkan trauma mendalam.

Bukti Rekaman CCTV Perkuat Dugaan Perencanaan Aksi

Tidak hanya keterangan saksi, rekaman CCTV dari kafe tersebut memperlihatkan dengan jelas tiga orang anggota geng motor masuk menyerang sambil membawa senjata tajam.

Video itu menunjukkan bagaimana pelaku merusak fasilitas kafe dengan memukul meja dan kursi hingga hancur berantakan.

Bukti ini menguatkan dugaan bahwa serangan tersebut sudah direncanakan, bukan sekadar perkelahian spontan.

Koordinasi Antar Desa, Pelaku Diduga Berasal dari Gambus Laut

Menanggapi kejadian itu, Kepala Desa Kuala Tanjung, Ibnul Fandika, SE, langsung mengambil langkah cepat dengan menghubungi Kepala Desa Gambus Laut.

Dari hasil koordinasi, pelaku diduga berasal dari wilayah Pematang Segenap atau Desa Gambus Laut.

Identitas pelaku kini sudah mulai teridentifikasi dan sedang dalam pengejaran pihak kepolisian.

"Warga kita hampir jadi korban. Untung ada CCTV yang merekam wajah pelaku, ini bukti kuat! Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa Gambus Laut agar pelaku segera diburu," tegas Ibnul Fandika.

Warga Resah dan Geram, Desak Polisi Bertindak Tegas

Aksi brutal geng motor ini membuat warga resah sekaligus geram.

Kejadian itu bukan hanya mengancam keselamatan pengunjung kafe, tetapi juga menciptakan rasa takut yang meluas di tengah masyarakat.

Banyak warga yang khawatir serangan serupa akan kembali terjadi, mengingat keberadaan geng motor bersenjata telah lama menjadi keresahan di beberapa desa sekitar Kuala Tanjung.

"Kalau CCTV sudah ada, masak sih pelaku masih berkeliaran? Polisi harus bergerak cepat sebelum ada korban jiwa," ujar salah seorang warga yang menyaksikan lokasi pasca-penyerangan.

Polisi Diminta Hadirkan Rasa Aman

Aparat kepolisian setempat diharapkan segera turun tangan untuk mengusut tuntas kasus ini.

Selain menangkap pelaku, masyarakat juga meminta agar polisi melakukan patroli rutin di titik-titik rawan, termasuk di sekitar kafe dan tempat nongkrong anak muda.

Penyerangan geng motor seperti ini dinilai tidak boleh dibiarkan karena dapat memicu aksi balas dendam antar kelompok dan memperburuk situasi keamanan wilayah.

Selain patroli, warga juga mendesak agar pihak kepolisian segera merilis wajah pelaku yang terekam CCTV agar masyarakat dapat membantu memberikan informasi.

Tindakan preventif dan penyuluhan kepada remaja dinilai penting untuk mengantisipasi berkembangnya geng motor di Kabupaten Batubara.

Ancaman Geng Motor Jadi Sorotan Keamanan Daerah

Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak, termasuk aparat desa dan kepolisian, bahwa kejahatan jalanan kini semakin nekat dan berani.

Serangan geng motor dengan senjata tajam di tempat umum menunjukkan lemahnya kontrol keamanan yang harus segera diperkuat.

Masyarakat berharap agar pihak berwajib tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga membongkar jaringan geng motor yang terlibat, karena dikhawatirkan mereka memiliki basis massa dan jaringan yang lebih luas di wilayah Batubara.

Saat ini, suasana di Desa Kuala Tanjung masih dipenuhi rasa cemas, terutama di kalangan pemuda yang biasa nongkrong di kafe-kafe setempat.

Banyak yang memilih untuk tidak keluar rumah pada malam hari demi menghindari risiko serangan susulan.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru