Sepatu Jadi Tempat Persembunyian, Begini Modus Pengedar Selundupkan Vape Narkoba ke THM Medan
MEDAN Polisi menangkap pengedar vape narkoba berinisial FA (24) yang kerap beraksi di Helen&039s Night Mart, Jalan Setia Budi, Kota Meda
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan masih mendalami sejumlah aspek dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pembagian kuota haji tambahan tahun 2024.
Meski perkara ini telah naik ke tahap penyidikan sejak 9 September 2025, KPK hingga kini belum menetapkan maupun mengumumkan tersangka.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penyidikan masih berlangsung dan memerlukan kehati-hatian karena kompleksitas alur kasus yang melibatkan banyak pihak, mulai dari Kementerian Agama, biro travel haji, hingga asosiasi penyelenggara haji.Baca Juga:
"Alur prosesnya cukup panjang, dari diskresi pembagian kuota di Kementerian Agama, termasuk penyelenggaraan ibadah haji regulernya. Ini semua sedang didalami agar penyidikan menjadi betul-betul firm," ujar Budi dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Menurut Budi, kondisi di lapangan sangat beragam, terutama dalam praktik jual-beli kuota haji khusus.
KPK menemukan indikasi adanya jual beli kuota antara biro travel dan calon jemaah, pertukaran kuota antar agen, hingga keberangkatan jemaah oleh agen haji ilegal.
"Kita harus sangat hati-hati karena mekanisme perolehan kuota haji khusus dan praktik jual-belinya beragam. Bahkan ada juga jual-beli kuota untuk petugas haji," jelasnya.
Selain pendalaman terhadap aktor dan alur keuangan, KPK juga masih menanti hasil perhitungan kerugian negara yang saat ini sedang disusun oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Teman-teman di BPK sedang menghitung kerugian negara. Harapannya, nanti ketika semua bukti dan perhitungan sudah selesai, bisa beriringan dalam memperkuat proses penetapan tersangka," imbuh Budi.
Terkait waktu pengumuman tersangka, KPK belum bisa memastikan apakah akan dilakukan dalam waktu dekat, termasuk pada Oktober atau menjelang akhir tahun 2025.
"Kita sama-sama tunggu. Kami tentu berharap bisa secepatnya agar proses penyidikan berjalan efektif," pungkas Budi.
Sebelumnya, dalam penyidikan perkara ini, KPK telah memanggil sejumlah pihak terkait, termasuk direktur utama perusahaan travel haji dan kepala kantor wilayah Kemenag Jawa Tengah.
Lembaga antirasuah juga membuka kemungkinan untuk kembali memanggil eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, guna mendalami peran-peran dalam skandal ini.*
(bs/a008)
MEDAN Polisi menangkap pengedar vape narkoba berinisial FA (24) yang kerap beraksi di Helen&039s Night Mart, Jalan Setia Budi, Kota Meda
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kopilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman (39), menerima upah sebesar 50.000 Ringgit Malaysia (RM), setara sekitar Rp219,4
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Upaya Pemerintah Aceh mengurai antrean panjang di sejumlah SPBU mulai menunjukkan hasil. PT Pertamina Patra Niaga meningkatka
EKONOMI
TANJUNG JABUNG TIMUR Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk sementara menghentikan aktivitas administra
PEMERINTAHAN
JAKARTA Harga emas Antam hari ini, Selasa (4/8/2026) pukul 10.00 WIB, tercatat turun. Harga emas Antam logam mulia berada di posisi Rp2.60
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada perdagangan Selasa (4/8/2026). Pada pukul 09.28 WIB, mata uang Garuda terdepr
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (4/8/2026) dibuka menguat 0,33 persen atau 20,28 poin ke posisi 6.254,78, lebi
EKONOMI
JAKARTA Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul berjanji akan mempercepat pemulangan 500 warga negara Indonesia (WNI) yang menja
NASIONAL
BOGOR Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, meminta maaf kepada suporter setelah Skuad Garuda dipermalukan Vietnam 03 pada laga Grup A
OLAHRAGA
JAKARTA Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris meminta pemerintah segera menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatak
NASIONAL