Kapolri: Sampai Napas Saya Habis, Saya Akan Terus Berjuang untuk Kesejahteraan Buruh
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmennya untuk tetap memperjuangkan hak dan kesejahteraan buruh, bahkan sete
NASIONAL
MEDAN – Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Direktur Utama PT Dalihan Na Tolu Grup, Muhammad Akhirun Piliang, tiga tahun penjara, dan anaknya, Muhammad Rayhan Dulasmi, dua tahun enam bulan penjara.
Kedua terdakwa dinyatakan bersalah melakukan suap untuk memenangkan tender proyek pembangunan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara.
Baca Juga:Dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Medan, Jaksa Eko Prayitno menegaskan, fokus pembuktian hanya pada dugaan suap yang diberikan kepada mantan Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Ginting, dan pihak lain terkait proyek jalan Sipiongot-batas Labuhanbatu dan Kutalimbaru-Padang Lawas Utara.
Topan, yang dikenal dekat dengan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, disebut menerima Rp50 juta dan dijanjikan komitmen fee sebesar 4 persen dari nilai proyek senilai Rp231 miliar hasil pergeseran anggaran.
Namun, jaksa menekankan bahwa Gubernur Bobby Nasution tidak memiliki keterkaitan hukum dengan kasus ini.
"Itu kan seperti di persidangan, kita memang menunggu. Ternyata tak ada kaitan kata majelis hakim, sehingga belum perlu dilakukan pemanggilan (terhadap bobby)," kata Eko.
Selain proyek di Dinas PUPR, Akhirun dan Rayhan juga terbukti memberikan uang senilai Rp4,4 miliar kepada pejabat Balai Jalan Nasional.
Kedua terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a dan Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP.
Kasus ini bermula saat survei lokasi proyek pada 22 dan 24 April 2025 oleh calon kontraktor bersama Topan dan Rasuli Efendi Siregar (RES), Kepala UPTD Gunung Tua Dinas PUPR Sumut.
KPK menilai interaksi tersebut melanggar aturan pengadaan barang dan jasa. Topan memerintahkan RES menunjuk PT DNG sebagai penyedia tanpa melalui mekanisme resmi, dan proses e-katalog diatur untuk memenangkan PT DNG.
Selain Akhirun dan Rayhan, terdapat lima tersangka dalam kasus ini, termasuk Topan (TOP), Rasuli Efendi Siregar (RES), Heliyanto (HEL) dari Satker PJN Wilayah I Sumut, serta M. Akhirun Efendi Siregar (KIR) dan M. Rayhan Dulasmi Pilang (RAY).
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmennya untuk tetap memperjuangkan hak dan kesejahteraan buruh, bahkan sete
NASIONAL
JAKARTA PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk mendapatkan pengal
NASIONAL
BANDA ACEH Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Aceh melalui Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Di
NASIONAL
JAKARTA Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa unsur TNI, termasuk Bintara Pembin
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung hubungan politik antara pemerintah dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP
POLITIK
JAKARTA Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Ti
HUKUM DAN KRIMINAL
GAYO LUES Dea Arranoya, anak mantan Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten GayoGayo Lues, Aceh, menyampaikan permintaan maaf setelah ung
NASIONAL
ACEH BESAR Umat Islam diingatkan untuk terus saling mengingatkan agar waspada terhadap tipu daya syaithan yang disebut terus berusaha me
AGAMA
TANJUNGBALAI Polres Tanjungbalai menetapkan seorang pria berinisial D (37) sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap seor
HUKUM DAN KRIMINAL
GUNUNGSITOLI Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya memastikan pembangunan bronjong di ruas jalan provinsi MigaLolowua, Ko
PEMERINTAHAN