JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan akan menelusuri aliran suap Rp 5,75 miliar yang menjerat BupatiLampung Tengah, Ardito Wijaya, dengan strategi follow the money, yakni menelusuri jejak dana atau aset hasil tindak pidana.
Penelusuran ini dilakukan hingga ke tim sukses dan partaipolitik pengusung Ardito pada Pilkada 2024, setelah terungkap bahwa sebagian dana diduga digunakan untuk kepentingan politik, termasuk melunasi utang kampanye.
Ardito ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada 11 Desember 2025, sehari setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK.
Kasus ini terkait dugaan suap dan gratifikasi pengadaan barang/jasa di Pemkab Lampung Tengah Tahun Anggaran 2025.
Pelaksana Harian Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Mungki Hadipratikto, menegaskan pihaknya menerapkan metode follow the money untuk membongkar aliran uang suap.
"Kita akan menelusuri bagaimana uang yang diterima, asalnya dari mana, kemudian larinya ke mana, dan digunakan untuk apa. Tidak tertutup kemungkinan sebagian sudah digunakan untuk kepentingan politik lain," kata Mungki dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
KPK memastikan semua pihak yang terindikasi menerima aliran dana akan diusut, termasuk tim pemenangan dan partai pengusung pasangan Ardito Wijaya–I Komang Koheri, yang diusung PDIP.
Dalam pelacakan aset, KPK bekerja sama dengan PPATK dan perbankan.
Kasus ini menetapkan lima tersangka, yakni BupatiArdito Wijaya; anggota DPRD Lampung Tengah, Riki Hendra Saputra; adik bupati, Ranu Hari Prasetyo; Plt Kepala Bapenda, Anton Wibowo; dan Direktur PT Elkaka Mandiri, Mohamad Lukman Sjamsuri.
Para tersangka ditahan selama 20 hari pertama hingga 29 Desember 2025.
Sejak dilantik pada awal 2025, Ardito langsung merancang skema pengaturan proyek melalui e-Katalog, dengan syarat perusahaan pemenang adalah milik keluarga atau tim pemenangan, dan mematok fee 15–20 persen dari nilai proyek.
Latar belakang politik Ardito dimulai dari karier sebagai dokter di Puskesmas Seputih Surabaya dan Rumbia, aktif di Ikatan Dokter Indonesia, hingga terjun ke politik sebagai Wakil BupatiLampung Tengah pada Pilkada 2020.