Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.071 per Dolar AS, Ini Faktor yang Mempengaruhi
JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah pada awal perdagangan Kamis (16/7/2026). Mata uang Garuda dibuka berada di level Rp1
EKONOMI
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan akan menelusuri aliran suap Rp 5,75 miliar yang menjerat Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, dengan strategi follow the money, yakni menelusuri jejak dana atau aset hasil tindak pidana.
Penelusuran ini dilakukan hingga ke tim sukses dan partai politik pengusung Ardito pada Pilkada 2024, setelah terungkap bahwa sebagian dana diduga digunakan untuk kepentingan politik, termasuk melunasi utang kampanye.
Ardito ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada 11 Desember 2025, sehari setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK.Baca Juga:
Kasus ini terkait dugaan suap dan gratifikasi pengadaan barang/jasa di Pemkab Lampung Tengah Tahun Anggaran 2025.
Pelaksana Harian Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Mungki Hadipratikto, menegaskan pihaknya menerapkan metode follow the money untuk membongkar aliran uang suap.
"Kita akan menelusuri bagaimana uang yang diterima, asalnya dari mana, kemudian larinya ke mana, dan digunakan untuk apa. Tidak tertutup kemungkinan sebagian sudah digunakan untuk kepentingan politik lain," kata Mungki dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
KPK memastikan semua pihak yang terindikasi menerima aliran dana akan diusut, termasuk tim pemenangan dan partai pengusung pasangan Ardito Wijaya–I Komang Koheri, yang diusung PDIP.
Dalam pelacakan aset, KPK bekerja sama dengan PPATK dan perbankan.
Kasus ini menetapkan lima tersangka, yakni Bupati Ardito Wijaya; anggota DPRD Lampung Tengah, Riki Hendra Saputra; adik bupati, Ranu Hari Prasetyo; Plt Kepala Bapenda, Anton Wibowo; dan Direktur PT Elkaka Mandiri, Mohamad Lukman Sjamsuri.
Para tersangka ditahan selama 20 hari pertama hingga 29 Desember 2025.
Sejak dilantik pada awal 2025, Ardito langsung merancang skema pengaturan proyek melalui e-Katalog, dengan syarat perusahaan pemenang adalah milik keluarga atau tim pemenangan, dan mematok fee 15–20 persen dari nilai proyek.
Latar belakang politik Ardito dimulai dari karier sebagai dokter di Puskesmas Seputih Surabaya dan Rumbia, aktif di Ikatan Dokter Indonesia, hingga terjun ke politik sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah pada Pilkada 2020.
Pada Pilkada 2024, Ardito diusung PDIP dan terpilih sebagai Bupati bersama I Komang Koheri, kemudian bergabung dengan Golkar pada Agustus 2025.
Publik kini menanti keberanian KPK membongkar jejak uang politik haram di Lampung Tengah; transparansi diyakini menjadi kunci keadilan.*
(tb/ad)
JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah pada awal perdagangan Kamis (16/7/2026). Mata uang Garuda dibuka berada di level Rp1
EKONOMI
ATLANTA Tim nasional Argentina memastikan langkahnya menuju final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Inggris dengan skor dramatis 21
OLAHRAGA
JAKARTA Pemerintah mulai menguji coba skema baru penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa Merah Putih atau Koperasi Mera
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah menargetkan proses pembenahan menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat diselesaikan d
NASIONAL
JAKARTA Jaksa Agung ST Burhanuddin mengusulkan nama Kuntadi sebagai calon Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) baru
SOSOK
JAKARTA Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali mendapatkan akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Ba
EKONOMI
JAKARTA Anggapan bahwa bulan Safar identik dengan kesialan masih dipercaya sebagian masyarakat hingga saat ini. Keyakinan tersebut membu
AGAMA
JAKARTA Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menilai kehadiran Indonesia Open Network (ION) menjadi langkah strategis untuk mempercepat
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Kota Medan mendatangi kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) untuk meminta penjelasan t
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan memberikan apresiasi terhadap peluncuran dan sosialisasi Film Pramuka terbaru hasil kolaborasi Kwart
PEMERINTAHAN