Usai Jadi Saksi Dokter Tifa, Politikus PSI Dian Sandi Ngaku Bahagia: Biar Terbuka Terang Benderang
JAKARTA Direktur Media Sosial Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, mengaku bahagia setelah memberikan kesaksian dalam s
NASIONAL
JAKARTA– Dua ibu terdakwa kasus berbeda bersimpuh di hadapan Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, usai rapat dengar pendapat umum di Gedung DPR RI, Kamis (26/2).
Keduanya adalah Makkiyati, ibu dari Radiet Ardiansyah terdakwa kasus kematian mahasiswi di Pantai Nipah, Lombok Utara, serta Nirwana, ibu dari Fandi Ramadhan, anak buah kapal (ABK) Sea Dragon yang dituntut hukuman mati dalam perkara penyelundupan sabu.
Dalam momen emosional itu, kedua ibu terdakwa menangis sambil mencium tangan Habiburokhman dan memohon keadilan bagi anaknya.Baca Juga:
"Bapak… mohon tolong… anak saya, Bapak," ucap keduanya. Ketua Komisi III DPR berulang kali meminta keduanya untuk tetap tenang dan menahan diri.
Rapat dengar pendapat umum digelar untuk menampung aduan keluarga terdakwa terkait proses hukum yang mereka nilai tidak adil.
Kuasa hukum Hotman Paris Hutapea menegaskan tidak ada bukti saksi langsung yang menyebut anaknya sebagai pelaku kasus pembunuhan di Lombok.
"Hanya keterangan ahli dan psikolog. Sebagai seorang ibu, batin saya mengatakan anak saya tidak pernah dan tidak bisa melakukan hal-hal seperti itu," kata Makkiyati.
Sementara itu, dalam kasus penyelundupan sabu hampir 2 ton dengan kapal Sea Dragon, Hotman Paris menjelaskan Fandi baru bekerja tiga hari sebagai ABK ketika kapal ditangkap.
"Yang menjadi masalah, kok bisa dituntut hukuman mati karena tidak ada bukti bahwa dia tahu muatan kapal," ujarnya.
Kedua kasus saat ini masih dalam proses pengadilan. Radiet disidangkan di Pengadilan Negeri Mataram, sedangkan Fandi dan terdakwa lainnya menunggu vonis di Pengadilan Negeri Batam.
Peristiwa ini menyoroti sisi kemanusiaan dalam proses hukum dan menjadi perhatian Komisi III DPR dalam memastikan hak-hak terdakwa tetap dijunjung tinggi, meski kasus yang ditangani bersifat berat dan sensitif.*
(k/dh)
JAKARTA Direktur Media Sosial Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, mengaku bahagia setelah memberikan kesaksian dalam s
NASIONAL
MEDAN Closing statement paling keras disampaikan Abyadi Siregar dalam Dialog Publik Benang Kusut Konflik Agraria Investasi atau Perampasa
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) berperan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Maruli Siahaan, menilai dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto d
NASIONAL
JAKARTA Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Jaya Center Foundation, Budi Mulyawan, mengapresiasi sejumlah langkah pembenahan yang dila
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara mengungkap motif penembakan yang menewaskan anggota organisasi masyarakat (ormas) berinisial DN (40) di Kecam
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fachrurrazi, menegaskan pemungutan retribusi daerah tidak boleh hanya berorienta
PEMERINTAHAN
MEDAN Bupati Langkat nonaktif Syah Afandin alias Ondim mengakui menerima uang Rp900 juta yang dipersoalkan dalam perkara dugaan suap pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyiapkan skema pelatihan vokasi selama empat bulan yang terintegrasi dengan indust
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui deteks
PEMERINTAHAN