Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap alasan di balik banyaknya kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dalam kasus korupsi.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menilai tingginya biaya politik saat pemilihan kepala daerah memicu perilaku korupsi yang terencana.
"Apakah ada eksplorasi khusus gitu ya? Karena biaya pilkada ini terlalu tinggi. Untuk mengembalikan modal itu, kemudian yang terpilih melakukan korupsi," kata Asep dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga:
Menurut Asep, praktik korupsi ini sejatinya sudah terencana karena pilkada berlangsung setiap lima tahun dan merupakan kegiatan yang dijadwalkan.
"Ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih cerdas dalam memilih pemimpin, tidak hanya berdasarkan politik uang atau janji pragmatis," tambahnya.
KPK baru-baru ini menetapkan beberapa kepala daerah sebagai tersangka, termasuk Bupati Rejang Lebong dalam kasus suap ijon proyek, serta Bupati Pekalongan.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena menunjukkan hubungan antara tingginya biaya politik dan risiko praktik korupsi, sekaligus mengingatkan masyarakat untuk menilai calon kepala daerah dari kualitas kepemimpinan, bukan sekadar insentif jangka pendek.*
(d/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.