Gempur Titik Api Menhut Kerahkan 5.000 ASN Kehutanan untuk Tangani Karhutla di 6 Provinsi Prioritas
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, mengungkapkan pertanyaan terkait tindakan penyiraman air keras yang dilakukan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Nasir bertanya-tanya apakah empat prajurit TNI yang terlibat dalam serangan tersebut hanya melaksanakan perintah atasan atau berinisiatif melakukan tindakan tersebut sendiri.
"Pertanyaannya, apakah mereka bertindak atas inisiatif pribadi, atau melaksanakan perintah atasan? Inilah yang perlu didalami dan ditemukan benang merahnya," ujar Nasir saat diwawancarai, Rabu (18/3/2026).Baca Juga:
Nasir mengapresiasi langkah pimpinan TNI yang mengakui bahwa prajuritnya terlibat dalam penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, namun ia juga menekankan bahwa pengakuan tersebut membawa kekhawatiran besar terkait keselamatan ruang sipil, supremasi hukum, dan akuntabilitas militer.
"Pengakuan TNI itu sangat mencemaskan. Ini menyangkut bagaimana institusi militer bertindak di luar kendali hukum dan melibatkan ruang sipil yang seharusnya dilindungi," ujarnya, menambahkan bahwa dalam hal ini, kejadian tersebut bisa berdampak pada pengawasan dan akuntabilitas militer.
Nasir juga mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh pihak kepolisian dan militer dalam mengungkap kasus penyiraman air keras ini.
Ia berharap kerja sama yang solid antar institusi ini dapat menghapus keraguan publik mengenai penyelesaian kasus yang melibatkan aktivis HAM tersebut.
Nasir berharap kerja sama antara Polri dan TNI mampu menjawab pertanyaan publik mengenai motif dibalik serangan tersebut.
Apakah tindakan penyiraman air keras ini merupakan hasil dari inisiatif pribadi prajurit TNI atau ada keterlibatan atasan yang memberikan perintah.
"Kerja sama polisi dan militer ini diharapkan mampu menemukan dan menjawab pertanyaan publik, apakah para pelaku berdiri sendiri atau ada atasannya yang memerintahkan kejahatan tersebut," jelas Nasir.
Selain itu, Nasir menyatakan bahwa penyidangan terhadap prajurit TNI yang terlibat sebaiknya dilakukan melalui pengadilan koneksitas, terutama jika ditemukan adanya keterlibatan masyarakat sipil dalam kasus ini.
"Semoga juga DPR bisa memberikan saran agar proses persidangan dilakukan dengan mekanisme pengadilan koneksitas, jika dalam tindak pidana berupa penyiraman air keras itu juga melibatkan masyarakat sipil," pungkas Nasir.
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL
PALEMBANG Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat provinsi
NASIONAL