BREAKING NEWS
Senin, 03 Agustus 2026

KontraS Ungkap 16 Orang Terlibat Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Ini Temuan Terbarunya

Dharma - Selasa, 31 Maret 2026 21:49 WIB
KontraS Ungkap 16 Orang Terlibat Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Ini Temuan Terbarunya
KontraS dalam RDPU bersama TAUD, Direskrimum Polda Metro Jaya, dan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (31/3). (foto: tangkapan layar yt TVR Parlemen)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya, mengungkapkan bahwa terdapat 16 orang yang terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus.

Temuan tersebut disampaikan Dimas dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), Direskrimum Polda Metro Jaya, dan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (31/3).

Dimas menjelaskan bahwa hasil temuan ini didasarkan pada rangkaian rekonstruksi yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi, termasuk penelusuran melalui CCTV dan perangkat open-source intelligence (OSINT).

Baca Juga:

Upaya tersebut memungkinkan tim untuk mengidentifikasi keterlibatan 16 orang dalam penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Temuan dari kami, Tim Advokasi untuk Demokrasi, operasi ini melibatkan 16 orang atau lebih," kata Dimas saat sesi RDPU.

Ia menambahkan bahwa jumlah tersebut masih belum termasuk aktor intelektual dan pimpinan di balik kejadian tersebut.

Dimas juga menyebut bahwa dengan jumlah pelaku yang cukup banyak, dugaan kuat muncul bahwa kasus ini melibatkan operasi intelijen terstruktur.

Menurutnya, ini bukanlah tindakan sembarangan, melainkan rangkaian dari sebuah operasi yang sistematis dan terorganisir.

Dalam penjelasannya, Dimas juga mengungkapkan bahwa operasi ini diberi nama sandi "Sadang," yang digunakan oleh pelaku untuk merencanakan, memantau, dan melaksanakan serangan terhadap Andrie Yunus.

Ia menggambarkan operasi ini sebagai sebuah upaya yang melibatkan perencanaan matang, surveillance, serta penguntitan yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu.

"Operasi Sadang ini bermula dengan sejumlah tindakan perencanaan, penguntitan, dan pemantauan yang dilakukan oleh pelaku, yang kami identifikasi sebagai orang tak dikenal (OTK) terhadap saudara Andrie Yunus," ujar Dimas, menambahkan bahwa informasi yang diperoleh juga mengindikasikan bahwa ada target-target lain dalam operasi tersebut.

Sementara itu, Dimas juga menyampaikan bahwa terdapat informasi lebih lanjut mengenai beberapa individu atau entitas lain yang menjadi target dari operasi intelijen ini.

Dimas berharap agar proses penyelidikan ini dapat mengungkap lebih banyak fakta mengenai pelaku dan aktor yang terlibat dalam perencanaan serta pelaksanaan penyerangan terhadap Andrie Yunus.

Kasus ini telah mendapat perhatian luas, baik dari masyarakat sipil maupun lembaga negara.

Dimas dan Tim Advokasi untuk Demokrasi mendesak aparat penegak hukum untuk mempercepat penyelidikan dan memastikan bahwa seluruh pelaku, termasuk aktor intelektualnya, dapat diungkap dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.

Sebelumnya, KontraS telah menyatakan kekecewaannya atas keputusan yang melimpahkan perkara penyiraman air keras ini ke Pusat Polisi Militer (Puspom TNI), dan meminta agar peradilan yang lebih transparan dilakukan.*


(oz/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Profil Tiga Pahlawan TNI yang Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon
Pelapor Tegaskan Tak Ada RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi: Saya Minta Mereka Ditahan!
Terdakwa Kasus Korupsi Amsal Sitepu Dikeluarkan dari Rutan Medan Tanpa Kehadiran Jaksa Eksekutor, Ada Apa?
Permohonan Penangguhan Penahanan Amsal Sitepu Dikabulkan, Hinca Panjaitan Jadi Penjamin
Israel Tolak Bertanggung Jawab atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Misi Perdamaian Dunia Tetap Lanjut
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru