BREAKING NEWS
Minggu, 05 April 2026

AHY hingga Habib Rizieq Shihab Terseret Isu Ijazah Palsu, Ini Respons Jokowi

Adelia Syafitri - Minggu, 05 April 2026 11:22 WIB
AHY hingga Habib Rizieq Shihab Terseret Isu Ijazah Palsu, Ini Respons Jokowi
Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SOLO – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, akhirnya memberikan respons terkait isu ijazah palsu yang menyeret sejumlah tokoh nasional, termasuk dirinya, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta tokoh agama Habib Rizieq Shihab.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat berada di Solo, Jumat (3/4/2026).

Jokowi memilih tidak berspekulasi atau menuduh siapa pun terkait kabar yang beredar.

Baca Juga:

"Saya tidak mau berspekulasi, dan saya juga tidak mau menuduh siapa pun," ujarnya.

Mantan kepala negara ini menegaskan prinsip kehati-hatian dalam merespons isu sensitif dan menyerahkan sepenuhnya penanganannya kepada aparat penegak hukum.

"Biarkan proses hukum dan proses yang lain berjalan apa adanya," tambah Jokowi.

Dalam sistem hukum Indonesia, jalur ini mencakup penyelidikan, penyidikan, hingga kemungkinan persidangan yang dilakukan secara transparan.

Kasus tudingan ijazah palsu kini ditangani Polda Metro Jaya. Aparat kepolisian telah menetapkan delapan orang tersangka, dibagi ke dalam dua klaster.

Klaster pertama berisi Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Rustam Effendi, Muhammad Rizal Fadillah, dan Damai Hari Lubis.

Klaster kedua berisi Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauziah Tyassuma alias dr Tifa.

Dua tersangka dari klaster pertama, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, penyidik memutuskan menghentikan proses hukum mereka melalui Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) setelah bertemu Jokowi di Solo pada Januari 2026.

Sementara itu, Rismon Sianipar mengajukan permohonan restorative justice, yang menekankan pemulihan keadaan dan penyelesaian konflik melalui dialog, bukan semata-mata hukuman.

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rico Waas Hadiri Halal Bihalal PKS Kota Medan, Ajak Tinggalkan Sekat Politik dan Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Kota
PSSI Klarifikasi Isu Paspoortgate, Pemain Timnas Tetap Sah sebagai WNI
Dampak Konflik Timur Tengah: Kenaikan Harga Bahan Bangunan Bisa Ganggu Proyek Infrastruktur
Bujukan Restorative Justice: Dr. Tifa Bocorkan Nama Dua Oknum yang Terlibat dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Wakil Bupati Safrizal Sampaikan Nota LKPJ 2025, Bentuk Akuntabilitas Kinerja Pemerintah
DPRD Batu Bara Gelar Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi, Isu Plasma dan Status PLT Jadi Sorotan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru