Wali Kota Medan: Rumah Anak SIGAP Harus Berjalan Berkelanjutan, Bukan Hanya Launching
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan dukungan terhadap pelaksanaan program Rumah Anak SIGAP yang digagas Tanoto Fou
PEMERINTAHAN
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menegaskan bahwa Kejaksaan Agung (Kejagung) perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap tahanan lain yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo, Sumatera Utara, setelah polemik yang melibatkan videografer Amsal Sitepu.
Sahroni menyatakan bahwa Komisi III sebelumnya juga telah menyoroti dugaan kasus serupa saat rapat dengan Kejari Karo beberapa waktu lalu.
"Saya yakin Kejaksaan Agung akan mendalami lebih jauh dan memeriksa jajaran Kejari Karo. Ini bukan hanya soal Amsal Sitepu, tapi juga tahanan lain yang mungkin terlibat dalam kasus dengan sifat yang sama," ujar Sahroni di kompleks parlemen, Senin (6/4).Baca Juga:
Sahroni menekankan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius Komisi III DPR, yang sebelumnya telah mengingatkan Kejari Karo untuk menindaklanjuti setiap kasus dengan transparansi dan profesionalisme.
Dia juga memberikan apresiasi terhadap langkah Kejagung yang langsung menindaklanjuti polemik yang melibatkan Amsal Sitepu, seorang videografer yang kasusnya sempat menjadi sorotan publik.
Sebelumnya, Kejagung melakukan pemeriksaan terhadap jajaran Kejari Karo, Sumatera Utara, terkait penanganan kasus Amsal Sitepu.
Pemeriksaan ini melibatkan Kepala Kejari Karo Danke Rajagukguk, Kepala Seksi Pidana Khusus, hingga jaksa penuntut umum yang terlibat dalam kasus tersebut.
Mereka diamankan oleh tim intelijen Kejaksaan Agung pada Sabtu (4/4) malam untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan dilakukan untuk mengevaluasi profesionalitas dan prosedur yang diikuti dalam penanganan perkara tersebut.
"Tim Kejaksaan Agung akan memastikan apakah ada kesalahan prosedural dalam penanganan kasus ini dan menilai sejauh mana profesionalitas yang dijalankan oleh jajaran Kejari Karo," ujar Anang dalam keterangan tertulisnya.
Sahroni menegaskan pentingnya pengawasan terhadap kinerja Kejaksaan, khususnya dalam menangani kasus-kasus hukum yang melibatkan masyarakat luas.
Dia menekankan bahwa agar tidak ada lagi tindakan yang menyalahi prosedur hukum dan mencederai kepercayaan publik terhadap lembaga kejaksaan.
"Kejaksaan harus bekerja secara transparan dan tidak boleh terjebak dalam praktek yang dapat merusak integritasnya. Kami akan terus mengawasi kinerja Kejaksaan Agung agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan," tutup Sahroni.
Sahroni juga berharap agar Kejaksaan Agung terus melakukan pemeriksaan yang objektif dan menyeluruh agar tidak ada ruang bagi potensi penyalahgunaan wewenang, baik di tingkat Kejari Karo maupun lembaga kejaksaan lainnya.*
(at/ad)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan dukungan terhadap pelaksanaan program Rumah Anak SIGAP yang digagas Tanoto Fou
PEMERINTAHAN
BINJAI Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Binjai menggandeng Bank Mandiri dalam upaya memperkuat sinergi program pencegahan dan pember
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menerima bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia berupa sapi kurban berbobot 1,
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto yang pernah menyatakan akan mengambil unsur terbaik dari sosialisme dan kapitalisme dinilai tengah mem
EKONOMI
JAKARTA Sejumlah asosiasi petani hingga pelaku usaha kelapa sawit mengadukan anjloknya harga Tanda Buah Segar (TBS) kepada Wakil Menteri
PERTANIAN AGRIBISNIS
LAOS Tim penyelamat gabungan Laos dan Thailand bersama sejumlah ahli internasional berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi tujuh warga d
INTERNASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Yorrys Raweyai menilai praktik eksploitasi sumber daya alam di Papua bukanlah fenomena
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menyatakan pihaknya mendukung langkah pemerintah dalam melakukan efisiens
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) oleh aparatur sipil
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur pada tahun 2026.
PEMERINTAHAN