Skenario Konstitusi Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK: Ini Alur Penggantian dan Sosok Potensial
JAKARTA Peneliti ISEASYusof Ishak Institute Made Supriatma mengungkap sejumlah skenario politik apabila Mahkamah Konstitusi (MK) mengabul
POLITIK
JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman maksimal kepada para pelaku kekerasan anak di kasus daycare di Yogyakarta. Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap tindakan yang mencederai hak anak.
Selly menyebut kasus dugaan kekerasan yang menimpa puluhan anak di daycare tersebut merupakan tragedi kemanusiaan dan menunjukkan adanya kegagalan sistem pengawasan di lembaga pengasuhan anak.
"Fakta ratusan anak menjadi korban dengan 53 di antaranya mengalami kekerasan fisik bukan sekadar angka, tetapi tragedi kemanusiaan," kata Selly dalam keterangannya, Minggu (26/4/2026).Baca Juga:
Ia menegaskan pelaku harus dijerat dengan pasal berlapis sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan diberikan hukuman maksimal tanpa pengecualian.
Selly juga menyoroti lemahnya sistem perizinan dan pengawasan terhadap operasional daycare di Indonesia.
Menurutnya, tidak boleh ada lembaga pengasuhan anak yang beroperasi tanpa standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, sertifikasi tenaga pengasuh, serta audit berkala.
"Tidak boleh ada institusi yang mengasuh anak tanpa standar operasional, sertifikasi, dan pengawasan ketat," tegasnya.
Ia menilai praktik kekerasan tersebut diduga telah berlangsung dalam waktu lama, sehingga perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan yang ada saat ini.
Selly juga menyoroti potensi komersialisasi layanan pengasuhan anak yang dinilai mengabaikan aspek keselamatan dan tumbuh kembang anak."Anak tidak boleh diposisikan sebagai objek komersialisasi tanpa jaminan keselamatan," ujarnya.
Untuk mencegah kasus serupa terulang, DPR mendorong dilakukannya audit nasional terhadap seluruh daycare di Indonesia, termasuk aspek legalitas, standar layanan, dan kompetensi tenaga pengasuh.
Selain itu, ia meminta kementerian terkait, pemerintah daerah, hingga lembaga perlindungan anak untuk memperkuat pendampingan psikososial bagi korban serta meningkatkan sistem deteksi dini kekerasan anak.*
(an/dh)
JAKARTA Peneliti ISEASYusof Ishak Institute Made Supriatma mengungkap sejumlah skenario politik apabila Mahkamah Konstitusi (MK) mengabul
POLITIK
JAKARTA Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi menyoroti keberadaan sejumlah dokumen terkait ijazah Joko Widodo (Jokowi) yang disebut
POLITIK
MUARASABAK Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Muara Sabak terus meningkatkan pengawasan keselamatan dan keamanan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pemerintah telah menuntaskan kewajiban pembayaran obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Bank Indonesia (BI) sen
EKONOMI
JAKARTA Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa
HUKUM DAN KRIMINAL
JATINANGOR Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) terpilih menerima Program Beasiswa GENZI UPZ IKA UNPAD. Selain mendapatka
PENDIDIKAN
MEDAN Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa tantangan baru bagi pelaku seni, akademisi hingga fotografe
SENI DAN BUDAYA
BANDA ACEH Unit VI Ranmor Satreskrim Polresta Banda Aceh mengamankan seorang pria berinisial AN (30) yang diduga terlibat kasus penggelapa
HUKUM DAN KRIMINAL
SIMALUNGUN Polisi menangkap pelaku pencurian sepeda motor yang telah diburu hampir dua bulan. Pelaku bernama Yogi Wardani (32) ditangkap d
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang warga Deli Serdang, Indrayani, mengadukan sejumlah penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (
HUKUM DAN KRIMINAL