Erupsi Susulan Gunung Dukono Hambat Evakuasi 3 Pendaki, Operasi SAR Ditunda Sementara
HALMAHERA UTARA Proses evakuasi tiga pendaki yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembal
PERISTIWA
MEDAN – Kerja-kerja mafia tanah memuluskan PT Musim Mas menyerobot 52.820 M2 tanah keluarga Herlambang Panggabean, diduga tidak hanya "mengacak-acak" birokrasi di lingkungan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Tapi juga telah menyusup hingga ke institusi kepolisian.
Paling tidak, ini terlihat dari buruknya pelayanan publik kepolisian dalam menangani perkara ini. Bayangkan, 12 tahun lebih kasus ini ditangani kepolisian, tapi hingga kini belum ada penyelesaian.
Baca Juga:
"Saya melapor ke Polda Sumut tahun 2013. Tapi hingga kini tidak ada penyelesaian," tegas Herlambang Panggabean kepada bitvonline.com, Senin (4/05/2026).
Herlambang melaporkan PT Musim Mas ke Polda Sumut atas dugaan tindak pidana menguasai tanah dan mendirikan bangunan di atas tanah orang lain tanpa izin yang berhak sebagaimana dalam pasal 385 KUHPidana. Laporan ini sesuai Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor: STTLP/898/IX/2013/SPKT tanggal 9 September 2013.
"Namun selama 12 tahun lebih, saya merasakan pelayanan publik dan pelayanan hukum kepolisian benar-benar sangat menyulitkan. "Dibola-bola. Dibuat berbelit-belit agar saya mundur memperjuangkan tanah ini. Dan saya yakin, ini terjadi akibat birokrasi kepolisian sudah dipengaruhi mafia tanah yang bekerja untuk kepentingan PT Musim Mas," tegas Herlambang.
Surat Panggilan Aneh
Pelayanan buruk pertama yang dirasakan Herlambang adalah, ketika menerima Surat Panggilan-I dari Polrestabes Medan Nomor: S.Pgl/5312/IX/2013/Resktrim tertangggal 24 September 2013. Yang aneh adalah, dalam surat panggilan itu, tertulis tempat kejadian perkara di Jalan Sendok No 19 Simpang Ayahanda Medan dengan waktu kejadian pada 12 April 2013.

Suasana Pemeriksaan Lapangan yang dilakukan Ombudsman RI
Padahal, sesuai laporan Herlambang yang diterangkan dalam surat STTLP Nomor: STTLP/898/IX/2013/SPKT tanggal 9 September 2013, tempat kejadian perkara sebenarnya berada di Jalan Rawe Medan dengan waktu kejadian pada 20 November 2012.
HALMAHERA UTARA Proses evakuasi tiga pendaki yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembal
PERISTIWA
MURATARA Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki PT Seleraya di Kabupate
PERISTIWA
JAKARTA Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak cepat menyikapi kasus dugaan korupsi penyaluran kredit yang menyeret platform fintech PT L
EKONOMI
MEDAN Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, Prof Drs H Saiful Anwar Matondang, Ph.D, membenarkan dirinya telah dipanggil oleh Kejaksa
PEMERINTAHAN
JAKARTA Tim hukum Tifa and Roy&039s Advocate (Troya) menilai penetapan tersangka terhadap Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam kasus dugaan
POLITIK
JAKARTA Pertamina Patra Niaga mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam mendukung penguatan sektor energi nasional. Penghargaan Satyal
EKONOMI
JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) resmi mengajukan red notice ter
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH TIMUR Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, meresmikan Pos Koramil Darul Falah yang berlokasi di Desa Keud
NASIONAL
TANJUNGBALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina melantik 54 Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah K
PEMERINTAHAN
SANYA (HAINAN), TIONGKOK Direktur Kawasan Asia Afrika Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat yang juga akademisi Universitas Khairun
PENDIDIKAN