BREAKING NEWS
Selasa, 19 Mei 2026

Geger! 5 WNI Ditangkap Israel, Wanda Hamidah Desak RI Keluar dari “Board of Peace”

Adelia Syafitri - Selasa, 19 Mei 2026 08:35 WIB
Geger! 5 WNI Ditangkap Israel, Wanda Hamidah Desak RI Keluar dari “Board of Peace”
Ilustrasi - Tentara Israel berkumpul di sisi perbatasan Israel dengan Lebanon, di tengah eskalasi antara Hizbullah dan Israel, dan di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Israel utara, 16 Maret 2026. (foto: Reuters/Shir Torem)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Aktris sekaligus pegiat hak asasi manusia (HAM), Wanda Hamidah, mendesak pemerintah Indonesia mempertimbangkan kembali keikutsertaan dalam Board of Peace (BOP) yang disebut sebagai inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Desakan itu muncul setelah lima warga negara Indonesia (WNI) ditangkap militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan Siprus.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (18/5/2026) malam, Wanda menilai keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut perlu dievaluasi menyusul penahanan WNI oleh Israel dalam operasi intersepsi terhadap kapal-kapal bantuan menuju Gaza.

Baca Juga:

"Terutama untuk menekan negara kita, menekan Presiden kita untuk segera keluar dari Board of Genocide (BOP) yang diadakan oleh Trump," kata Wanda.

Wanda juga meminta pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan perwakilan diplomatik di sejumlah negara sekitar Israel untuk bergerak cepat memberikan perlindungan kepada WNI yang ditangkap.

Ia menyebut ada kemungkinan para WNI tersebut akan dibawa ke wilayah pendudukan Israel untuk ditahan.

Karena itu, ia mendesak langkah advokasi segera dilakukan untuk memastikan keselamatan mereka.

"Untuk bersiap siaga melakukan langkah-langkah advokasi guna menyelamatkan warga negara Indonesia yang hari ini ditahan," ujarnya.

Selain itu, Wanda mengajak masyarakat untuk ikut memberikan tekanan kepada pemerintah agar lebih aktif dalam upaya penyelamatan para WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.

Ia menilai respons cepat diperlukan mengingat situasi di lapangan yang dinamis setelah intersepsi kapal-kapal Global Sumud Flotilla oleh militer Israel.

Berdasarkan informasi yang beredar, lima WNI yang ikut dalam misi tersebut berasal dari berbagai latar belakang, termasuk relawan kemanusiaan dan jurnalis.

Mereka dilaporkan berada di beberapa kapal berbeda sebelum dicegat oleh pasukan Israel.

Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya menyatakan bahwa sejumlah kapal Global Sumud Flotilla telah ditangkap.

Pemerintah Indonesia juga telah meminta Israel segera membebaskan seluruh awak kapal misi kemanusiaan tersebut.*


(km/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wakil Bupati Asahan Hadiri Rakor Kemensos RI, Percepat Realisasi Pembangunan Sekolah Rakyat
Wakil Bupati Asahan Sambut Kunjungan Bakamla RI, Bahas Pembangunan Pos Pengamanan Perairan di Silau Laut
Kunjungan ke Polres Langsa, Kapolda Aceh Tekankan Bijak Bermedsos dan Larang Gaya Hidup Hedonis
Mahasiswa Bangkalan Desak DPRD Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Soroti Dugaan Pemotongan Dana
Pemerintah Gelontorkan Rp10,6 Triliun untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera
MPR Putuskan Final LCC 4 Pilar Kalbar Tak Diulang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru