Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Beban mental cukup besar karena relawan yang sudah direkrut terus mempertanyakan kapan mereka mulai bekerja. Sebagian bahkan sudah mengikuti pelatihan resmi," ujarnya.
Selain mendatangi BGN, para pengelola mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada Polda Jawa Barat guna memperoleh kepastian hukum terkait investasi yang telah mereka keluarkan.
Menanggapi persoalan tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa Yayasan Solusi Bangun Bangsa tidak tercatat sebagai mitra resmi BGN.
Ia menyatakan masyarakat yang ingin menjadi bagian dari program MBG sebaiknya melakukan verifikasi langsung kepada BGN agar tidak menjadi korban informasi yang menyesatkan.
"Nama yayasan tersebut tidak tercatat sebagai mitra BGN. Kami juga tidak mengetahui adanya kerja sama sebagaimana yang selama ini disampaikan kepada para pengelola," ujarnya.
Sony mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai modus yang mengatasnamakan program Makan Bergizi Gratis, termasuk praktik jual-beli titik lokasi SPPG maupun perekrutan mitra tanpa dasar yang jelas.
Menurutnya, seluruh proses kemitraan program MBG memiliki mekanisme resmi yang dapat diverifikasi langsung melalui Badan Gizi Nasional.
Kasus ini menambah daftar persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.
Para pengelola berharap pemerintah segera memberikan solusi agar fasilitas dapur yang telah dibangun dengan investasi besar tidak terbengkalai dan tetap dapat dimanfaatkan untuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.*
(km/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.