Warga Komplek Al Falah Pematangsiantar Sembelih 5 Ekor Sapi Kurban, Pererat Ukhuwah di Hari Iduladha
PEMATANGSIANTAR Semangat berbagi dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Komplek Al Falah, Tambun Timur, Ko
NASIONAL
JAKARTA -Kasus penyiraman air keras terhadap Agus Salim, yang terjadi pada Minggu, 1 September 2024, menyisakan banyak pertanyaan mengenai sosok yang menjadi korban dalam insiden tragis tersebut. Mantan karyawan Agus Salim, Akhyar, memberikan gambaran mengenai sifat asli bosnya, yang diyakini menjadi pemicu konflik dengan bawahannya yang berinisial JJS alias AJI.
Agus Salim, yang mengalami luka bakar serius hingga 90 persen dan kini dirawat di RSKM, menjadi korban dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh bawahannya sendiri. Wakapolres Metro Jakarta Barat, AKBP Teuku Arsya Khadafi, menjelaskan bahwa motif di balik serangan itu adalah sakit hati. Kejadian ini pun menjadi sorotan publik, terutama setelah YouTuber Novianthi Pratiwi, yang akrab disapa Teh Novi, tergerak untuk mengumpulkan donasi demi membantu pengobatan mata Agus yang rusak akibat insiden tersebut.
Namun, donasi yang berhasil terkumpul mencapai Rp1,5 miliar ini justru memicu kontroversi. Dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo pada 24 September 2024, Novi menemukan kejanggalan dalam mutasi rekening Agus. Beberapa transaksi mencurigakan terungkap, di mana Agus mentransfer uang ke kerabat dan membayar utang tanpa memberitahu Novi. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada yang ditutup-tutupi, sehingga Novi meminta agar uang donasi dikelola oleh yayasan untuk memastikan penggunaannya tepat sasaran.
Sikap Agus yang terkesan menolak sumbangan tersebut justru semakin memperkeruh situasi. Dalam pernyataannya, Agus menyebut bahwa uang donasi tidak penting baginya, dan menekankan bahwa harga diri keluarganya adalah yang utama. “Uang udah enggak ada guna bagi saya, tapi harga diri keluarga saya adalah nomor satu bagi saya,” ungkap Agus, mengekspresikan emosinya yang mendalam.
Di tengah kontroversi ini, Agus Salim juga mengambil langkah hukum dengan melaporkan Novi ke polisi, menuduhnya melakukan pencemaran nama baik dan fitnah. Laporan tersebut teregister di Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/6330/X/2024/SPKT.
Pernyataan Akhyar, mantan karyawan Agus, semakin menambah catatan hitam bagi sosok yang sempat dianggap sebagai korban ini. Melalui unggahan di Instagram, Akhyar berbagi pengalamannya selama bekerja dengan Agus, yang diakuinya sering kali membuat bawahannya sakit hati. Ia menuturkan, “Dari awal saya kerja bareng dia, emang mas A itu kalau menegur bawahan bikin sakit hati. Dia selalu pengen dihargai sebagai atasan dan nggak pernah bisa menghargai anak buahnya.”
Akhyar melanjutkan, banyak karyawan yang resign karena tidak tahan dengan sikap Agus yang mudah emosi dan tidak mau disalahkan. “Banyak kasir perempuan yang dibikin nangis sama dia. Cara dia menegur tidak biasa, ngebentak, kasar ngomongnya,” tambahnya. Menurutnya, meski Agus terlihat manis saat berbicara dengan atasan, ia memiliki cara yang sangat berbeda saat berhadapan dengan bawahannya.
Dengan berbagai kisah yang terungkap, kasus ini terus menjadi sorotan masyarakat, memunculkan pertanyaan mengenai integritas dan karakter Agus Salim. Dalam situasi yang penuh kontroversi ini, publik berharap agar kebenaran bisa terungkap, dan keadilan dapat ditegakkan bagi semua pihak yang terlibat.
Sementara itu, penyelidikan terhadap kasus penyiraman air keras ini masih berlangsung, dan pihak kepolisian berjanji akan mengungkap seluruh fakta yang ada di balik insiden ini.
(N/014)
PEMATANGSIANTAR Semangat berbagi dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Komplek Al Falah, Tambun Timur, Ko
NASIONAL
JAKARTA Harga emas batangan Antam kembali mengalami pelemahan pada perdagangan Rabu, 27 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Raya Iduladha 1
EKONOMI
JAKARTA Harga sejumlah komoditas pangan strategis nasional kompak mengalami kenaikan pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/20
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Kota (Pemkot) Medan mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,6 miliar untuk renovasi dua rumah susun sederhana sewa (Rusuna
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sekaligus pakar hukum pidana, Assoc Prof Dr H Adi Mansa
HUKUM DAN KRIMINAL
SIMALUNGUN Perubahan identitas etnis di tengah dinamika sosial menjadi salah satu fenomena yang terjadi dalam masyarakat Simalungun. Per
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) resmi melaporkan pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda ke Baresk
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Polda Sumatera Utara membantah kabar yang beredar di media sosial dan sejumlah platform digital terkait dugaan dilepaskannya tersa
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Ac
PENDIDIKAN
MEDAN Seorang mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan (Unimed), Sartika, melaporkan dugaan penghinaan, pencemaran nama baik,
HUKUM DAN KRIMINAL