BREAKING NEWS
Kamis, 04 Juni 2026

Deretan Kontroversi Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dalam Program MBG: Pengadaan Motor Listrik hingga Usulan Serangga sebagai Sumber Protein

Dharma - Kamis, 04 Juni 2026 11:04 WIB
Deretan Kontroversi Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dalam Program MBG: Pengadaan Motor Listrik hingga Usulan Serangga sebagai Sumber Protein
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. (foto: AFP/Yasuyoshi CHIBA)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Penahanan ini kembali menyeret perhatian publik pada berbagai polemik yang pernah mewarnai kepemimpinan Dadan, terutama terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Selama menjabat, Dadan beberapa kali menjadi sorotan akibat pernyataan kontroversial hingga persoalan teknis dalam implementasi program yang menyasar pemenuhan gizi masyarakat tersebut.

Pernyataan Susu 2 Liter dan Kritik Publik

Baca Juga:

Salah satu kontroversi mencuat pada Mei 2025 ketika Dadan menyebut dirinya mengonsumsi dua liter susu setiap hari dalam sebuah kegiatan di Bangkalan, Jawa Timur.

Ia mengaitkan kebiasaan tersebut dengan tinggi badan anak-anaknya yang disebut mencapai lebih dari 180 sentimeter.

Pernyataan itu menuai kritik karena dinilai tidak relevan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat luas.

Dadan kemudian menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan pengalaman pribadi, bukan kebijakan pemerintah.

Usulan Serangga sebagai Sumber Protein

Sorotan lain muncul ketika Dadan mengusulkan pemanfaatan belalang dan ulat sagu sebagai alternatif sumber protein dalam program MBG.

Usulan itu disebut sebagai bagian dari pendekatan berbasis kearifan lokal di sejumlah daerah.

Namun, wacana tersebut memicu perdebatan publik terkait standar menu nasional dalam program pemenuhan gizi anak sekolah.

Kasus Keracunan Makanan MBG

Pelaksanaan MBG juga diwarnai sejumlah kasus keracunan makanan di berbagai daerah.

Insiden terbesar terjadi pada September 2025 di Jawa Barat, ketika ratusan pelajar dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program tersebut.

Serangkaian kasus serupa di daerah lain kemudian memperkuat sorotan terhadap aspek pengawasan keamanan pangan dalam program MBG.

Pengadaan Motor Listrik dan Belanja Operasional

BGN juga disorot terkait rencana pengadaan lebih dari 20.000 unit motor listrik untuk mendukung operasional program MBG dengan nilai triliunan rupiah.

Kebijakan itu menuai kritik di tengah masih banyaknya kebutuhan dasar lain yang dianggap lebih mendesak.

Sejumlah pengadaan lain seperti perlengkapan makan hingga perangkat teknologi juga ikut menjadi perhatian publik, meski pihak BGN menyatakan seluruh proses dilakukan sesuai mekanisme.

MBG Saat Ramadan hingga Wacana Ekspansi ke Luar Negeri

Program MBG sempat menjadi perdebatan saat tetap berjalan pada Ramadan 2025 dengan skema makanan dibawa pulang.

Menu yang beredar di media sosial dinilai sebagian pihak belum memenuhi standar gizi ideal.

Selain itu, wacana perluasan MBG ke Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi, juga menuai kritik karena dinilai berbiaya tinggi dan belum tepat waktu di tengah tantangan pelaksanaan di dalam negeri.

Anggaran Jumbo dan Isu Ketepatan Sasaran

Program MBG turut dikritik karena membutuhkan anggaran besar hingga ratusan triliun rupiah per tahun.

Sejumlah kajian menilai efektivitas distribusi program masih belum merata, dengan manfaat yang dinilai lebih terkonsentrasi di Pulau Jawa dibanding wilayah timur Indonesia.

Kini, dengan ditahannya Dadan Hindayana oleh Kejagung, program MBG memasuki fase baru di tengah sorotan publik yang masih terus berlanjut.

Proses hukum terhadap Dadan masih berjalan.*


(vo/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polemik Akomodasi ASEAN U-19 di Medan, PSSI Sumut Angkat Bicara
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK Usai OTT Dugaan Suap Pengurusan Izin Tinggal WNA
Kejagung Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG di BGN
Di Balik Kasus BGN: Rapuhnya Sistem Merit Birokrasi
Pemkab Tabanan Perkuat Peran Operator Desa untuk Publikasi Pembangunan Berbasis Data Presisi
Program Tiga Juta Rumah Dikebut, Bobby Nasution Minta Dukungan OJK Sumut
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru