Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI sekaligus figur publik, Surya Utama atau Uya Kuya, memberikan klarifikasi terkait namanya yang kembali beredar di media sosial.
Ia disebut-sebut termasuk dalam daftar 24 orang yang diisukan terlibat dalam kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN).
Uya menegaskan informasi tersebut tidak benar dan menyebutnya sebagai fitnah yang kembali diarahkan kepadanya. Ia mengaku heran karena isu serupa bukan pertama kali menimpa dirinya.
Baca Juga:
"Astagfirullah, berita apa lagi ini? Baru dua bulan yang lalu saya kena gosip hoaks punya 750 dapur MBG, padahal satu dapur pun saya enggak punya. Sekarang nama saya dibawa-bawa lagi," kata Uya kepada wartawan, Kamis, 11 Juni 2026.
Menurut Uya, dirinya kerap menjadi sasaran penyebaran informasi tidak benar di media sosial.
Ia menyinggung dampak serius dari hoaks yang pernah menimpanya pada tahun lalu, ketika rumah pribadinya menjadi sasaran penjarahan akibat informasi yang keliru.
"Tahun lalu saya sudah kena hoaks besar juga, sampai rumah saya dijarah. Video lama saya dijahit dan diberi narasi yang tidak benar," ujarnya.
Ia menyebut dampak dari peristiwa tersebut masih terasa hingga kini, baik secara psikologis maupun materi.
Perbaikan rumah yang rusak akibat penjarahan pun disebut belum sepenuhnya selesai.
Meski demikian, Uya mengaku memilih tetap bersikap tenang dalam menghadapi berbagai tuduhan yang kembali mencuat.
Ia menyebut pengalaman tersebut membuatnya lebih sabar dan menerima keadaan.
"Tapi kejadian-kejadian kemarin membuat saya lebih ikhlas, sabar dan tawakal menghadapi fitnah apa pun," ucapnya.
Terkait isu keterkaitan namanya dalam kasus BGN, Uya menegaskan bahwa aktivitasnya sebagai anggota DPR, khususnya di Komisi IX, hanya sebatas menjalankan tugas legislasi dan penyerapan aspirasi masyarakat.
"Sebagai anggota DPR, saya hanya menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pihak terkait, termasuk BGN," katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama di tengah ramainya pemberitaan mengenai kasus dugaan korupsi di BGN.
Menurutnya, penyebaran isu yang tidak tepat dapat mengaburkan fokus dari pokok perkara.
"Jangan sampai kasus yang sebenarnya jadi kabur karena menyeret nama-nama yang tidak ada kaitannya," ujarnya.
Sebelumnya, kasus dugaan korupsi tata kelola di BGN menjadi sorotan setelah Kejaksaan Agung menetapkan sejumlah pejabat sebagai tersangka, termasuk mantan pimpinan lembaga tersebut.
Isu ini kemudian berkembang di media sosial dan menyeret sejumlah nama, termasuk Uya Kuya.*
(tb/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.