Aceh Bangkit Usai Bencana, Rp231 Miliar Digelontorkan untuk Pulihkan Sawah dan Irigasi Petani
BANDA ACEH Pemerintah terus mempercepat pemulihan sektor pertanian Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir 2025. Hingga 27 Ju
EKONOMI
JAKARTA - Komedian Praz Teguh memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya pada Kamis, 11 Juni 2026, terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah yang menyeret Hanania Group.
Ia diperiksa selama sekitar tiga jam sebelum akhirnya memberikan keterangan kepada awak media.
Usai pemeriksaan, Praz mengungkapkan bahwa dirinya secara sukarela mengembalikan uang saku yang sebelumnya diterima dari pihak travel umrah tersebut.Baca Juga:
Ia menyebut langkah itu dilakukan untuk membantu memperlancar proses penyidikan.
"Jadi mending untuk memudahkan penyidikan, kita kembalikan uang sakunya itu," kata Praz di Polda Metro Jaya.
Ia menegaskan tidak mengetahui sumber dana yang diberikan kepadanya saat itu.
Karena itu, ia memilih menyerahkan kembali uang tersebut kepada penyidik.
Namun, Praz enggan menyebutkan nominalnya dan meminta hal itu ditanyakan langsung kepada pihak kepolisian.
Langkah serupa sebelumnya juga dilakukan presenter Anwar BAB yang lebih dulu diperiksa penyidik pada Rabu, 10 Juni 2026.
Sama seperti Praz, Anwar juga mengembalikan uang saku yang diterimanya dari pihak Hanania Group setelah menjalani pemeriksaan.
Dalam pemeriksaan ini, Praz menegaskan keterlibatannya dengan Hanania Group bukan sebagai endorser berbayar.
Ia menjelaskan menggunakan jasa travel tersebut secara pribadi untuk memberangkatkan 24 orang pada Februari 2026 dengan total biaya hampir Rp 1 miliar.
Karena membawa rombongan besar, Praz mengaku mendapatkan potongan biaya setara empat kursi atau sekitar Rp 150 juta.
Sebagai bentuk kerja sama, ia kemudian membuat konten selama perjalanan yang disebutnya dilakukan atas inisiatif pribadi, bukan permintaan perusahaan.
"Tidak ada aliran dana lain selain uang saku, dan itu sudah saya kembalikan," ujarnya.
Kasus dugaan penipuan dana umrah Hanania Group sendiri masih terus didalami penyidik.
Hingga kini, Polda Metro Jaya telah memeriksa 140 saksi, termasuk ratusan korban yang tergabung dalam lebih dari 300 jemaah yang gagal diberangkatkan.
Direktur utama Hanania Group telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
Penyidik menduga dana jemaah digunakan tidak sesuai peruntukan, termasuk untuk menutup masalah keuangan perusahaan dan pembayaran kepada sejumlah figur publik untuk kepentingan promosi.*
(km/ad)
BANDA ACEH Pemerintah terus mempercepat pemulihan sektor pertanian Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir 2025. Hingga 27 Ju
EKONOMI
LHOKSEUMAWE Pemerintah Kota Lhokseumawe mulai merealisasikan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk mendukung program rehabilitasi dan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Jepang pada Selasa (28/7/2026). Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan tida
INTERNASIONAL
SURABAYA Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) merespons hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang mencatat tingka
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik suap dalam pengurusan dana hibah Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memastikan gaji manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan ditanggung m
NASIONAL
JAKARTA Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk pertama kalinya menghadiri rapat Komite Stabilitas Sistem Keu
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu yang menyebut dirinya bakal merangkap jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesi
NASIONAL
JAKARTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) resmi mencabut laporan polisi terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea terkait pernyataannya
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena El Nino kini telah memasuki kategori kuat. Kondisi ters
NASIONAL