Skenario Konstitusi Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK: Ini Alur Penggantian dan Sosok Potensial
JAKARTA Peneliti ISEASYusof Ishak Institute Made Supriatma mengungkap sejumlah skenario politik apabila Mahkamah Konstitusi (MK) mengabul
POLITIK
JAKARTA - Anggota DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai pemberlakuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) membuka peluang penguatan penindakan terhadap praktik mafia tanah di Indonesia.
Menurut dia, aturan baru ini memberi dasar hukum yang lebih tegas untuk menjerat pelaku kejahatan pertanahan yang selama ini merugikan masyarakat.
Baca Juga:
Dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian ATR/BPN telah mengungkap ratusan kasus mafia tanah di berbagai daerah dengan modus yang semakin beragam.
Modus tersebut antara lain pemalsuan sertifikat, surat kuasa, dokumen waris, hingga manipulasi data administrasi yang melibatkan sejumlah pihak.
Praktik ini kerap membuat masyarakat kehilangan hak atas tanahnya, sementara nilai kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
"KUHP baru memberikan landasan hukum yang lebih kuat untuk menindak berbagai modus kejahatan pertanahan. Walaupun tidak secara khusus menggunakan istilah mafia tanah, pasal-pasal tentang pemalsuan surat, akta autentik, dan keterangan palsu dapat menjadi instrumen efektif," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/6/2026).
Pernyataan itu disampaikan Bamsoet saat mengajar mata kuliah Pembaharuan Hukum Nasional di Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur secara daring dari Bali.
Ia menjelaskan, salah satu kesulitan utama dalam penanganan mafia tanah adalah kemampuan pelaku yang kerap menyamarkan kejahatan melalui dokumen yang tampak sah secara hukum.
Sertifikat tanah atau akta jual beli, kata dia, sering kali lahir dari proses yang sejak awal sudah mengandung unsur pemalsuan.
"Keadaan ini membuat pembuktian menjadi kompleks karena aparat harus menelusuri rangkaian peristiwa sejak tahap awal, bukan hanya saat dokumen itu digunakan," kata dia.
Menurut Bamsoet, praktik mafia tanah umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dimulai dari pemalsuan identitas hingga rekayasa dokumen.
JAKARTA Peneliti ISEASYusof Ishak Institute Made Supriatma mengungkap sejumlah skenario politik apabila Mahkamah Konstitusi (MK) mengabul
POLITIK
JAKARTA Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi menyoroti keberadaan sejumlah dokumen terkait ijazah Joko Widodo (Jokowi) yang disebut
POLITIK
MUARASABAK Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Muara Sabak terus meningkatkan pengawasan keselamatan dan keamanan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pemerintah telah menuntaskan kewajiban pembayaran obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Bank Indonesia (BI) sen
EKONOMI
JAKARTA Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa
HUKUM DAN KRIMINAL
JATINANGOR Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) terpilih menerima Program Beasiswa GENZI UPZ IKA UNPAD. Selain mendapatka
PENDIDIKAN
MEDAN Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa tantangan baru bagi pelaku seni, akademisi hingga fotografe
SENI DAN BUDAYA
BANDA ACEH Unit VI Ranmor Satreskrim Polresta Banda Aceh mengamankan seorang pria berinisial AN (30) yang diduga terlibat kasus penggelapa
HUKUM DAN KRIMINAL
SIMALUNGUN Polisi menangkap pelaku pencurian sepeda motor yang telah diburu hampir dua bulan. Pelaku bernama Yogi Wardani (32) ditangkap d
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang warga Deli Serdang, Indrayani, mengadukan sejumlah penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (
HUKUM DAN KRIMINAL