Panen Sekali Jadi Tiga Kali Setahun, Kisah Petani Ngawi di Balik 8 Tamu Spesial Prabowo di Sidang MPR
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto membawa delapan warga Indonesia
NASIONAL
JAKARTA -Polisi telah menangkap seorang pria berinisial F, yang melakukan aksi berani dengan menodongkan pistol kepada petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Peristiwa ini menjadi sorotan setelah video interaksi antara pelaku dan pihak kelurahan serta kepolisian beredar di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, F terlihat mengenakan kaus hitam dan celana jeans, menjelaskan situasi yang menyebabkan insiden tersebut. Ia mengklaim tidak mengetahui adanya pohon tumbang yang menjadi alasan keributan, dan meminta maaf dengan nada yang dianggap arogan oleh Lurah Pejaten Barat, Asep Ahmad Umar.
“Dia merasa tidak ada masalah dan menyatakan, ‘Saya sudah meminta maaf, ya terus masalahnya apa?’” ungkap Asep, menambahkan bahwa sikap pelaku menunjukkan arogansi, bukan penyesalan.
Penetapan TersangkaSetelah insiden tersebut, F resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh pihak kepolisian. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Gogo Galesung, mengonfirmasi penahanan F dan menjelaskan bahwa ia dijerat dengan Pasal 335 KUHP dan Undang-Undang Darurat terkait kepemilikan airsoft gun.
“Pasalnya, Undang-Undang Darurat dan 335, ancaman dengan kekerasan,” jelas Gogo.
Kasus ini menyoroti pentingnya penegakan hukum dalam mengatasi tindakan kekerasan dan arogansi, serta menjadi peringatan bagi masyarakat tentang konsekuensi hukum dari tindakan yang merugikan orang lain.
Pengamat keamanan mengingatkan bahwa kepemilikan senjata, bahkan yang tergolong airsoft gun, harus dilakukan dengan tanggung jawab, mengingat dampaknya terhadap keamanan publik.
Insiden ini memicu reaksi beragam di masyarakat, dengan banyak yang mengecam sikap arogan dari pelaku. Penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan.
(N/014)
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto membawa delapan warga Indonesia
NASIONAL
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto menyiapkan strategi dokter ter
NASIONAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menghadiri opening ceremony peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke21 di Balai Meuseuraya
PEMERINTAHAN
Oleh Yakub F. IsmailMENGINJAK usia 81 tahun, Indonesia kini tidak lagi berada pada tahap mempertahankan kemerdekaan, melainkan sedang memas
OPINI
JAKARTA Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, perempuan dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan untuk mendapatkan ruang yang s
NASIONAL
KUTAI KARTANEGARA PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menggelar pemeriksaan kesehatan mata bagi pelajar sekolah dasar di wilayah Delta Mahak
KESEHATAN
NAGEKEO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo (M) 7,7 yang menggunc
PERISTIWA
JAKARTA Sebanyak 76 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional resmi dikukuhkan WakilWakil Presiden Gibran Ra
NASIONAL
JAKARTA Partai Gerindra menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah mencatat sejumlah capaian positif selama 21 bulan terakhir.
POLITIK
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan wacana pemberian kewarganegaraan ganda bagi talenta tertentu yang
NASIONAL