Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
KARO – Kasus kekerasan tragis kembali terjadi di kawasan wisata alam Sumatera Utara.
Seorang remaja pendaki Gunung Sibayak berinisial RCH (17), warga Kota Medan, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan berat.
Insiden maut tersebut terjadi di kawasan Pos Retribusi Parkir Wisata Gunung Sibayak, Desa Jaranguda, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo.
Baca Juga:
Merespons peristiwa kelam ini, aparat kepolisian bergerak cepat.
Polres Karo sejauh ini telah mengamankan sembilan orang yang diduga kuat terlibat dalam aksi pengeroyokan yang merenggut nyawa remaja di bawah umur tersebut.
Kasi Humas Polres Karo AKP Pedoman Maha membenarkan adanya peristiwa maut tersebut.
Laporan mengenai kematian korban pertama kali diterima pihak kepolisian pada Jumat, 10 Juli 2026.
Setelah menerima laporan, tim penyidik langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan bukti, dan memeriksa sejumlah saksi di sekitar pos retribusi.
"Telah mengamankan sembilan orang untuk proses pemeriksaan terkait kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan seorang meninggal dunia di Pos Retribusi Wisata Gunung Sibayak," kata Pedoman saat memberikan keterangan resmi pada Selasa, 14 Juli 2026.
Pedoman menjelaskan bahwa sembilan orang tersebut diamankan setelah penyidik melakukan pengembangan dari pemeriksaan awal.
Sebelum penangkapan massal ini, polisi telah memeriksa enam saksi kunci, termasuk pihak pengelola parkir yang berada di lokasi kejadian saat penganiayaan berlangsung.
"Sebelumnya ada enam orang yang sudah diperiksa. Kini, bertambah lagi sembilan orang," ujarnya.
Kendati telah mengamankan sembilan orang, pihak Polres Karo masih enggan membeberkan secara rinci motif di balik penganiayaan maut maupun identitas para terduga pelaku.
Polisi berdalih proses pemeriksaan masih sangat dinamis dan membutuhkan kehati-hatian.
"Masih proses penyelidikan, jadi belum bisa kami sampaikan keterangan lengkapnya," ucap Pedoman.
Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa jumlah orang yang diperiksa maupun yang berpotensi diamankan masih bisa terus bertambah.
Status hukum sembilan orang yang diamankan saat ini akan segera ditentukan begitu alat bukti yang dikumpulkan penyidik dinilai telah memenuhi unsur pidana yang disangkakan.
"Jumlah saksi bisa saja bertambah. Yang jelas, jika ada perkembangan lebih lanjut, akan kami sampaikan," tuturnya mengakhiri penjelasan.
Kematian RCH kini menjadi perhatian serius publik, terutama di kalangan pencinta alam dan wisatawan, yang mendesak adanya transparansi penuh serta evaluasi keamanan di pos-pos retribusi wisata alam guna mencegah premanisme maupun kekerasan serupa terulang kembali.* (d/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.