Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Kalau Bro punya wewenang nih, enggak gunakan wewenang itu, Bro. Itu manusia macam apa sebenarnya? Manusia penakut," sindir Saut.
Ia kembali menegaskan pandangannya mengenai penggunaan kewenangan tersebut.
"Itu kata-katanya wewenang loh, Bro. Jadi, kalau Bro punya wewenang nih, enggak gunakan wewenang itu, Bro. Itu manusia macam apa sebenarnya?" tanyanya.
Menurut Saut, laporan mengenai perkara tersebut telah masuk ke sejumlah institusi penegak hukum sehingga perkembangan kasus semestinya dapat dipantau secara menyeluruh.
Ia juga mengkritik langkah KPK yang disebutnya hanya bersedia menitipkan Febrie Adriansyah di Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengambil alih proses penyidikan.
Dalam pandangannya, langkah tersebut belum menunjukkan pemanfaatan kewenangan secara optimal.
Saut menilai perkembangan perkara masih akan terus menjadi perhatian publik.
"Ini baru 2 cm dari 100 m yang harus kita dalam. Sudah ke mana-mana ini sekarang," ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Saut mengingatkan bahwa penegakan hukum harus dijalankan secara objektif dan tidak didasarkan pada kepentingan tertentu.
Ia juga meminta semua pihak, termasuk Febrie Adriansyah, untuk bersikap terbuka dalam mengungkap fakta yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Menurut Saut, praktik state capture corruption atau korupsi yang memengaruhi penyelenggaraan negara tidak mungkin dilakukan oleh satu orang saja, melainkan melibatkan berbagai pihak apabila benar terjadi.
"Pimpinannya pasti gimana cerita ini emas kau lebih banyak dari emasku. Bisa aja begitu kan," jelas Saut.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.