BREAKING NEWS
Jumat, 07 Agustus 2026

Misteri Kematian Anak 6 Tahun di Sumur Tapsel Mulai Terkuak, Autopsi Temukan Tanda Kekerasan

Abyadi Siregar - Kamis, 06 Agustus 2026 16:02 WIB
Misteri Kematian Anak 6 Tahun di Sumur Tapsel Mulai Terkuak, Autopsi Temukan Tanda Kekerasan
Seorang anak perempuan berusia 6 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam sumur milik warga di Kecamatan Angkola Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. (foto: Dok. Polres Tapsel)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPSEL – Seorang anak perempuan berusia 6 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam sumur milik warga di Kecamatan Angkola Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Hasil autopsi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan polisi kini menyelidiki kasus tersebut sebagai dugaan tindak pidana pembunuhan.

Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan Iptu B.D. Sitorus mengatakan penyelidikan mengarah pada dugaan pembunuhan.

Baca Juga:

"Iya, pidana pembunuhan," ujar Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) Iptu B.D. Sitorus, Kamis (6/8/2026).

Peristiwa itu pertama kali diketahui warga pada Minggu siang, 2 Agustus 2026.

Korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar ditemukan tidak bernyawa di dalam sumur di salah satu rumah warga yang masih dalam tahap pembangunan.

"Jenazah kemudian dievakuasi oleh masyarakat dan dibawa ke rumah duka," ucapnya.

Pihak keluarga kemudian menilai kematian korban tidak wajar.

Mereka meminta agar jenazah diperiksa lebih lanjut di fasilitas kesehatan untuk memastikan penyebab kematian.

"Pihak keluarga kemudian meminta agar jenazah dibawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Permintaan tersebut disampaikan karena keluarga merasa terdapat sejumlah hal yang perlu dipastikan terkait penyebab kematian korban," jelasnya.

Pada Senin dini hari, 3 Agustus 2026, keluarga korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Batang Angkola karena menduga adanya tindak pidana kekerasan.

"Dari hasil pengecekan, polisi memastikan jenazah telah berada di RSUD Pintu Padang setelah sebelumnya diantar oleh masyarakat. Atas permintaan keluarga, jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Sipirok untuk dilakukan autopsi," ucapnya.

Hasil autopsi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Selain itu, penyebab kematian disebut berkaitan dengan gagal napas akibat masuknya cairan ke saluran pernapasan.

"Pemeriksaan luar dan dalam dari hasil autopsi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, penyebab kematian disebut berkaitan dengan kondisi gagal napas akibat masuknya cairan ke saluran pernapasan," ungkapnya.

Saat ini polisi masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap secara utuh peristiwa tersebut.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan identitas korban maupun informasi yang dapat mengarah pada identitas keluarga karena korban masih berusia di bawah umur.

"Kami meminta masyarakat tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan identitas korban maupun informasi yang dapat merugikan keluarga. Fokus kami adalah mengungkap fakta secara terang dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan," pungkasnya.* (d/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Yusril: Koruptor Dihukum Mati pun Percuma Kalau Moralnya Rusak
Praperadilan Dikabulkan, Status Tersangka Oknum Polisi dalam Kasus Korupsi Bansos Labusel Gugur
Kejati Lampung Selamatkan Rp1,145 Triliun untuk Kas Negara pada Semester I 2026, Fokus Pulihkan Aset Korupsi
Kematian Eks Istri Polisi di Medan Masih Misterius: Polisi Sebut Tak Ada Tanda Kekerasan, Keluarga Korban Justru Temukan Luka Lebam
Kasus Korupsi Waterfront City Samosir, Hakim: Kebenaran Harus Diungkap, Tak Ada yang Ditutup-Tutupi
Polrestabes Medan Bongkar Dugaan Jual Beli Konten Pornografi Lewat MiChat, Pria Asal Sergai Ditangkap
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru