BREAKING NEWS
Kamis, 06 Agustus 2026

Polresta Manado Usut Dugaan Penipuan Modus Lolos Bintara TNI, Korban Rugi Ratusan Juta Rupiah

gusWedha - Kamis, 06 Agustus 2026 18:16 WIB
Polresta Manado Usut Dugaan Penipuan Modus Lolos Bintara TNI, Korban Rugi Ratusan Juta Rupiah
Polresta Manado menangani dugaan kasus penipuan dengan modus menjanjikan kelulusan dalam seleksi Bintara TNI Angkatan Darat (AD). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MANADO – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado tengah menangani dugaan kasus penipuan dengan modus menjanjikan kelulusan dalam seleksi Bintara TNI Angkatan Darat (AD).

Sejumlah warga mengaku menjadi korban setelah menyerahkan uang kepada pihak yang disebut mampu membantu meloloskan peserta dalam proses rekrutmen.

Kasus tersebut kembali mencuat setelah Polresta Manado menerima laporan baru dari dua korban berinisial EM dan SW.

Baca Juga:

Dengan adanya laporan tersebut, jumlah warga yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan serupa terus bertambah.


Sebelumnya, korban berinisial AM telah melaporkan dugaan penipuan tersebut ke Polresta Manado pada 23 Januari 2026 melalui laporan polisi Nomor LP/B/154/I/2026/SPKT/Polresta Manado.

Dugaan penipuan itu disebut bermula ketika korban mendapat tawaran dari seseorang yang mengaku memiliki kemampuan untuk membantu peserta lolos menjadi anggota Bintara TNI AD dengan imbalan sejumlah uang.

EM mengungkapkan, dirinya dijanjikan anaknya dapat diterima sebagai anggota TNI dengan syarat menyerahkan uang.

"Modusnya menjanjikan korban bisa masuk menjadi anggota TNI. Kerugian yang kami alami mencapai Rp165 juta," ujar EM kepada wartawan, Rabu (6/8/2026).

Salah satu korban, AM, mengaku telah mentransfer uang sebesar Rp165 juta ke rekening Bank BRI atas nama Ana Rahmawati.

Uang tersebut diberikan kepada seseorang berinisial AR yang disebut mengaku memiliki hubungan dengan pihak internal TNI dan sanggup membantu kelulusan peserta seleksi Bintara.

Namun, setelah seluruh uang diberikan, anak korban tetap tidak dinyatakan lolos dalam proses seleksi.

"Pada pertengahan April lalu, Rindam XIII/Merdeka sudah melantik Bintara TNI Angkatan Darat. Namun anak kami tidak termasuk yang dilantik," tutur AM.

Para korban menduga kasus serupa juga dialami sejumlah masyarakat lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya lebih dari lima orang diduga menjadi korban dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Mereka berharap aparat penegak hukum dapat mengusut kasus tersebut secara menyeluruh, termasuk menelusuri pihak-pihak yang terlibat serta aliran dana yang telah diserahkan.

Dalam perkembangan penanganan perkara, Polresta Manado disebut telah menerbitkan Daftar Pencarian Saksi (DPS) sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk melengkapi alat bukti dan mengungkap rangkaian dugaan tindak pidana tersebut.

"Kami berharap penyidik bekerja secara maksimal agar dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus meluluskan menjadi anggota TNI dapat diungkap secara tuntas," ujar salah seorang korban.

Para korban juga meminta agar proses hukum berjalan secara transparan sehingga memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait masih menunggu keterangan resmi dari Humas Polresta Manado mengenai perkembangan penyidikan, termasuk status hukum pihak yang dilaporkan serta langkah hukum yang telah dilakukan.

Kasus tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengaku dapat menjamin kelulusan dalam seleksi TNI maupun institusi negara lainnya dengan meminta imbalan uang.

Proses penerimaan prajurit TNI dilakukan melalui mekanisme resmi, transparan, objektif, dan tidak dipungut biaya.

Karena itu, masyarakat diminta berhati-hati terhadap praktik percaloan atau pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Geger! Ratusan Senjata, Narkotika, hingga CD Video Porno Ditemukan di Ruangan Yayasan Sekolah Jaksel
Usai Perkara KDRT Dihentikan Lewat Restorative Justice, Roberto Kini Jadi Tersangka Dugaan Pelanggaran UU ITE
Prabowo Panggil Pimpinan TNI ke Istana, Ini Program Strategis yang Dibahas
Polda Sumut Bongkar Sindikat Penipuan Online Internasional di Medan, Kerugian Korban Capai Rp6,7 Miliar
Misteri Kematian Anak 6 Tahun di Sumur Tapsel Mulai Terkuak, Autopsi Temukan Tanda Kekerasan
Yusril: Koruptor Dihukum Mati pun Percuma Kalau Moralnya Rusak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru