Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Yayasan mengaku belum mengetahui seluruh benda yang terdapat di dalam ruangan tersebut.
Karena itu, pihak yayasan meminta pemeriksaan menyeluruh dilakukan sebelum siswa kembali menjalani pembelajaran tatap muka.
Selain meminta pendampingan KPAI dan Kemendikdasmen, yayasan juga berupaya meminta audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Kuasa hukum yayasan, Alvon Kurnia Palma, mengatakan pihaknya tengah membangun komunikasi dengan pihak yang menjadi penghubung antara gubernur dan wakil gubernur untuk memperoleh jadwal pertemuan.
"Kami sedang berupaya untuk menghubungi salah satu staf pribadi, penghubung antara wakil gubernur ke gubernur dan gubernur untuk bisa bertemu," kata Alvon.
Menurut Alvon, yayasan mengapresiasi pernyataan Gubernur DKI Jakarta yang menegaskan bahwa sekolah tidak boleh digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata.
"Esensinya satu sebenarnya perkataan dari Gubernur bahwa dalam kondisi apa pun sekolah dilarang untuk dipergunakan menyimpan senjata," ujarnya.
Melalui audiensi tersebut, yayasan ingin memastikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta turut melihat kondisi sekolah dan memberikan penilaian mengenai keamanan kegiatan belajar mengajar.
Sebelumnya, sebanyak 995 senjata ditemukan di sebuah ruangan sekolah swasta di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2026).
Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, mengatakan temuan tersebut diketahui ketika pihak sekolah hendak membuka ruangan untuk kepentingan kegiatan belajar mengajar.
"Jumlah senjata genggam itu 995. Lalu shotgun-nya satu, kaliber 12/70," kata Untung saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
Setelah temuan pertama, pihak sekolah kembali membuka ruangan lain pada Rabu (5/8/2026) dengan pendampingan kepolisian.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.