Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Melihat data rekaman kami, itu memang diantar oleh beberapa pria, kurang lebih tiga atau empat orang," ungkap Ahmad saat ditemui pada Senin (27/7/2026).
Menurut Ahmad, orang-orang tersebut tidak menjelaskan hubungan mereka dengan Sutrimo. Mereka hanya meminta dokter memeriksa kondisi Sutrimo yang ternyata sudah tidak bernapas.
Salah seorang dari rombongan kemudian diminta mengisi berita acara rumah sakit. Nama Febrio Adiono tercatat sebagai penanggung jawab dalam dokumen tersebut.
"Mereka kami tanya pun tidak memberikan informasi yang jelas, hanya mengantarkan dan isi berita acara atas nama Febrio Adiono," kata Ahmad.
Namun, Ahmad mengatakan pihak rumah sakit tidak mengetahui latar belakang maupun profesi Febrio Adiono.
Saat dilakukan pemeriksaan bagian luar tubuh, dokter disebut tidak menemukan luka atau tanda-tanda kekerasan pada jasad Sutrimo.
Pihak rumah sakit kemudian melakukan penanganan terhadap jenazah, termasuk membersihkan tubuh Sutrimo dan melepaskan gulungan selimut yang membungkusnya.
Kasus kematian Sutrimo saat ini masih dalam proses penanganan aparat penegak hukum. Polisi sebelumnya telah melakukan langkah penyelidikan dan ekshumasi untuk memperoleh bukti medis serta forensik.
Kuasa hukum Febrie Adriansyah menegaskan keluarga menyerahkan proses tersebut kepada kepolisian dan berharap penyebab kematian Sutrimo dapat diketahui berdasarkan bukti serta pemeriksaan ilmiah.
Dengan demikian, keluarga meminta masyarakat tidak menghubungkan kematian Sutrimo dengan perkara hukum Febrie Adriansyah sebelum hasil penyidikan resmi dari kepolisian disampaikan.* (k/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.