Ketua DPRD Sumut Desak Dirut Pertamina Evaluasi Total Sumbagut, Soroti Antrean BBM yang Kian Parah
MEDAN Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Arni Sitorus mendesak Direktur Utama PT Pertamina segera melakukan evaluasi menyeluruh
POLITIK
CIREBON -Jelang putusan Peninjauan Kembali (PK) terhadap delapan terpidana kasus Vina Cirebon, pernyataan tak terduga muncul dari keluarga korban. Sadullah, kakek dari Vina, mengungkapkan keraguan yang mendalam mengenai keterlibatan para terpidana dalam tindakan brutal yang mengakibatkan meninggalnya cucunya.
Dalam wawancara eksklusif yang berlangsung di kediamannya, Sadullah menyatakan, “Sejak awal, saya merasa ragu bahwa mereka adalah pelaku yang sebenarnya. Banyak hal yang tidak sesuai dan tidak ada bukti yang cukup kuat untuk menyatakan bahwa mereka terlibat dalam kasus ini.” Pernyataan ini mencuat di tengah situasi yang mencekam, menjelang keputusan penting dari pengadilan.
Sadullah mengungkapkan bahwa ia merasakan adanya kejanggalan dalam proses hukum yang dijalani, terutama terkait dengan pengumpulan bukti dan kesaksian yang diajukan di persidangan sebelumnya. “Saya percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan keadilan. Namun, saya juga berharap kebenaran bisa terungkap,” tambahnya.
Saat memberikan keterangannya, telepon Sadullah berdering. Ternyata, panggilan tersebut berasal dari Marliana, kakak Vina. Dalam percakapan singkat itu, Marliana meminta Sadullah untuk tidak meladeni wawancara wartawan lebih lanjut. “Dia merasa situasi ini semakin rumit dan tidak ingin menarik perhatian lebih banyak media,” ungkap Sadullah setelah menutup telepon.
Perkembangan ini tentunya menambah lapisan kompleksitas dalam kasus yang telah menarik perhatian publik. Sebelumnya, kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina Cirebon telah memicu protes dan sorotan luas dari berbagai kalangan, terutama mengenai perlunya keadilan bagi korban dan keluarganya.
Sejumlah aktivis juga ikut menanggapi pernyataan Sadullah. Mereka mengingatkan pentingnya transparansi dalam proses hukum, serta perlunya evaluasi menyeluruh terkait keputusan yang akan diambil oleh pengadilan. “Kami mendukung setiap usaha untuk memastikan bahwa keadilan tidak hanya terpenuhi, tetapi juga terlihat jelas oleh masyarakat,” ujar salah satu aktivis.
Dengan putusan PK yang akan segera diumumkan, harapan untuk mendapatkan keadilan dan kebenaran bagi Vina dan keluarganya masih terus bergelora. Keluarga Vina, di tengah ketidakpastian ini, berharap bahwa keadilan yang sejati dapat terwujud tanpa mengorbankan kebenaran yang sebenarnya.
(N/014)
MEDAN Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Arni Sitorus mendesak Direktur Utama PT Pertamina segera melakukan evaluasi menyeluruh
POLITIK
JAKARTA Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H.,
NASIONAL
MEDAN Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., me
NASIONAL
DELISERDANG Prestasi membanggakan kembali datang dari Sumatera Utara. Caroline Cicilia Nababan, siswi kelas I SD Negeri 18 Rantau Selata
PENDIDIKAN
BENER MERIAH Pemerintah pusat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di kawasan Tanah Gayo, Aceh. Dalam kurun wak
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat menindaklanjuti tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 sebes
PEMERINTAHAN
MEDAN Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi motor penggerak lahirny
NASIONAL
MEDAN Kuliah umum Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (15/7/2026), diwarnai interup
NASIONAL
MEDAN Kuliah umum Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (15/7/2026), tak sekadar memb
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan mempertanyakan mekanisme verifikasi dalam proses seleksi Taruna Akademi Militer (Akmil)
NASIONAL