Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Polda Metro Jaya akan mengumumkan hasil pemeriksaan forensik jenazah Sutrimo pada pekan ini. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat mengungkap penyebab kematian Sutrimo yang ditemukan meninggal di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan hasil pemeriksaan masih menunggu proses laboratorium dari tim dokter forensik.
"Kemungkinan kita menerima hasil di minggu ini dari dokter forensik. Ini masih dikomunikasikan dari penyidik," kata Budi kepada wartawan, Selasa (25/8/2026).
Baca Juga:
Budi menjelaskan hasil pemeriksaan nantinya akan disampaikan oleh dokter forensik yang menangani pemeriksaan jenazah. Polisi masih menunggu seluruh proses laboratorium selesai.
"Mudah-mudahan minggu ini karena yang bekerja adalah lab. Makanya kami juga berharap nanti setelah hasil lab, tim dokter forensik yang akan menyampaikan, mereka-mereka yang expert di bidangnya masing-masing," ujarnya.
Selain menunggu hasil forensik, penyelidikan kasus kematian Sutrimo masih terus berjalan. Hingga saat ini, polisi telah memeriksa 27 saksi.
"Yang pasti sampai detik ini dalam proses penyidikan ada 27 saksi yang diperiksa," kata Budi.
Polda Metro Jaya bersama tim dokter forensik sebelumnya melakukan ekshumasi jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8/2026).
Proses ekshumasi berlangsung sekitar 3,5 jam, mulai pukul 09.30 hingga 13.00 WIB. Tim kemudian mengambil sejumlah sampel untuk pemeriksaan laboratorium.
Ketua Tim Dokter Forensik Prof Yudi sebelumnya mengatakan pihaknya mendapat informasi jenazah Sutrimo mengeluarkan buih dari hidung dan mulut saat meninggal. Namun, kondisi tersebut sudah tidak terlihat ketika ekshumasi dilakukan.
"Memang informasi yang kami terima, jenazah Sutrimo ini mengeluarkan swab, mengeluarkan buih ya dari hidung dan mulutnya pada saat dia meninggal. Namun pada waktu kami ekshumasi tadi, sudah tidak ada," kata Yudi saat konferensi pers, Rabu (12/8).
Meski demikian, tim forensik tetap mengambil sampel melalui metode swab untuk mengetahui kemungkinan adanya zat tertentu yang masih tersisa.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.