BREAKING NEWS
Senin, 31 Agustus 2026

Hercules Turun Bubarkan Massa, Pakar Hukum: Pelibatan Ormas Bisa Matikan Demokrasi dan Adu Domba Masyarakat

Administrator - Senin, 31 Agustus 2026 18:29 WIB
Hercules Turun Bubarkan Massa, Pakar Hukum: Pelibatan Ormas Bisa Matikan Demokrasi dan Adu Domba Masyarakat
Sebanyak lima truk datang membawa massa ke lokasi demonstrasi dengan pengawalan personel Brimob. Massa tersebut diduga merupakan kelompok GRIB Jaya yang kemudian terlibat bentrokan dengan masyarakat. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Karena itu, penanganan kerusuhan tidak seharusnya diserahkan kepada kelompok masyarakat.

"Bagaimanapun urusan menjaga keamanan menurut Pasal 30 Undang-Undang Dasar itu adalah tugasnya kepolisian RI," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Senin.

Bivitri bahkan menegaskan kewenangan menjaga keamanan tersebut bukan tugas ormas.

Menurut dia, pelibatan kelompok masyarakat dalam penanganan kerusuhan dapat menjadi persoalan hukum.

"Bahkan juga bukan tentara, apalagi kalau ormas. Jadi enggak boleh, jelas itu artinya dia melanggar hukum," jelas dia.

Menurut Bivitri, negara telah memiliki aparat yang bertugas menangani persoalan keamanan, terutama kepolisian.

Karena itu, apabila terjadi benturan antarkelompok masyarakat, penyelesaiannya tidak dilakukan dengan menghadapkan kelompok masyarakat lainnya.

"Kalau kita baca Max Weber misalnya, itu monopoly on violence itu yang memiliki adalah negara. Siapakah negaranya? Kepolisian," tegas dia.

Perdebatan mengenai keterlibatan ormas dalam penanganan kerusuhan mencuat setelah Ketua DPP GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, turun ke lokasi kericuhan setelah demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis.

Dalam video yang beredar di media sosial, Hercules terlihat turun dari mobil dan menyerukan kata "pulang" kepada orang-orang yang berada di pinggir jalan.

Kuasa hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, mengatakan seruan tersebut dimaksudkan untuk meminta massa meninggalkan lokasi.

"Seruan untuk 'pulang' justru dapat dimaknai sebagai imbauan agar masyarakat atau massa meninggalkan lokasi secara tertib ketika situasi sudah tidak kondusif," kata Wilson, Sabtu (29/8/2026).

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jhon LBF Lunasi Rp3,5 Miliar untuk Bantu Ruben Onsu, Pelapor Siap Cabut Laporan
Bobby Nasution Gaspol Kembangkan BRT Mebidang, Organisasi Pengelola Ditargetkan Rampung 2026
Kejari Medan dan Sekretariat DPRD Perkuat Sinergi, Cegah Risiko Hukum Sejak Dini
Geruduk Kejati Sumut, DPP RAJA Desak Usut Dugaan Mark Up Eks Rumah Singgah Covid-19 Pematangsiantar
Aksadaya 2026 Resmi Ditutup, Ketua DPRD Binjai Tekankan Pentingnya Karakter Generasi Muda
Jangan Asal Spekulasi! Buntut Bentrok Maut Demo 27 Agustus, Yusril Minta Publik Tenang Serahkan Kasus ke Polisi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Pangeran Harry dan "Pangeran" Jokowi

Pangeran Harry dan "Pangeran" Jokowi

OlehEben E. Siadari TIBANYA Pangeran Harry dan keluarga di Bandara Birmingham, Inggris, 26 Agustus 2026 lalu, tidak menjadi berita utama di

OPINI