BREAKING NEWS
Sabtu, 05 September 2026

Bayi Baru Lahir Dicuri dari RSU Sundari, Pelaku Menyamar Jadi Perawat

Abyadi Siregar - Jumat, 04 September 2026 16:33 WIB
Bayi Baru Lahir Dicuri dari RSU Sundari, Pelaku Menyamar Jadi Perawat
Polisi mengamankan seorang perempuan diduga mencuri seorang bayi laki-laki dari RSU Sundari, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Seorang perempuan berinisial A (23) diduga mencuri seorang bayi laki-laki dari RSU Sundari, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

Dalam menjalankan aksinya, A mengenakan baju perawat agar keberadaannya tidak dicurigai pihak keluarga maupun petugas rumah sakit.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis mengatakan A sebelumnya pernah bekerja di RSU Sundari pada 2010-2012.

Baca Juga:

Pengalaman tersebut membuat A mengetahui kondisi dan jam operasional di rumah sakit tersebut.

"Modusnya dia (pelaku A) pakai baju perawat," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis, Jumat (4/9/2026).

"Tersangka A ini sebelumnya memang pernah bekerja di Rumah Sakit Sundari tahun 2010 sampai 2012. Jadi, dia sudah tahu jam-jamnya," sebutnya.

Peristiwa pencurian bayi tersebut terjadi pada Senin, 31 Agustus 2026, sekitar pukul 11.30 WIB.

Saat itu, bayi yang baru berusia satu hari sedang berada di ruang nifas dan digendong oleh neneknya. Sementara ibu bayi sedang beristirahat.

A kemudian datang dengan mengenakan baju perawat. Dia mendatangi keluarga bayi dan mengatakan bayi tersebut hendak dibawa untuk diperiksa dokter di lantai 1.

Padahal, jadwal kunjungan dokter seharusnya baru dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB. Keluarga bayi sempat merasa curiga karena A datang lebih awal.

"Jadi, pas di ruang nifas, si bayi lagi digendong sama neneknya, ibunya lagi rebahan. Harusnya ini akan visit dokter pukul 12.00 WIB. Pelaku ini datang lebih awal pukul 11.30 WIB. Ngomonglah ke orang tua dan neneknya kalau bayinya mau dibawa, katanya mau dicek dokter di lantai 1," jelasnya.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan Iptu Dearma Sinaga mengatakan pakaian perawat yang digunakan A telah disiapkan sebelum pelaku datang ke rumah sakit.

A disebut mengganti pakaiannya setelah tiba di rumah sakit. Berdasarkan rekaman CCTV, aksi tersebut berlangsung sekitar 1,5 jam.

"Kalau sesuai CCTV yang kami lihat itu, (beraksi selama) 1,5 jam. Baju perawat itu sudah disiapkannya sebelum dia masuk ke Rumah Sakit Sundari. Jadi, sudah direncanakan," ujarnya.

Polisi menyebut A tidak beraksi seorang diri. Dalam kasus tersebut, terdapat pelaku lain berinisial P (19).

Saat A masuk ke rumah sakit dan mengambil bayi, P disebut menunggu di luar rumah sakit menggunakan sepeda motor.

"Pelaku A itu yang mengambil bayinya. Pelaku satu lagi nunggu di luar rumah sakit, dia yang bawa motor," jelas AKBP Adrian Risky Lubis, Rabu (2/9).

Setelah bayi dibawa keluar dari rumah sakit, bayi tersebut kemudian dijual kepada pasangan suami istri yang belum memiliki anak.

Polisi menyebut bayi itu dijual dengan harga sekitar Rp15 juta.

"(Dijual) sekitar Rp 15 juta," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis, Jumat (4/9/2026).

Menurut Adrian, motif sementara pencurian bayi tersebut adalah mencari keuntungan.

Polisi juga menyebut bayi tersebut sudah memiliki calon pembeli sebelum aksi dilakukan.

"Motifnya mencari keuntungan. Sebelumnya sudah ada pemesannya. Ada sepasang suami istri, sudah lama menikah tapi belum dikaruniai anak," jelasnya.

Pasangan suami istri yang menerima bayi tersebut hingga kini masih berstatus sebagai saksi.

Polisi menyatakan mereka diduga tidak mengetahui bahwa bayi yang hendak diadopsi tersebut merupakan bayi hasil pencurian.

"Sementara ini statusnya sebagai saksi, karena mereka nggak tahu bayinya apakah diculik atau enggak. Niatnya kan hanya untuk mengadopsi anak," pungkasnya.

Polisi kini masih menangani kasus tersebut untuk mengungkap seluruh rangkaian aksi pencurian bayi dari RSU Sundari Medan.* (d/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wakil Wali Kota Medan Tegaskan Pendidikan Tak Boleh Lumpuh di Tengah Bencana, Sekolah Harus Aman dan Tangguh
Tak Hanya Menunggu, Pemko Medan Dorong BPJS Ketenagakerjaan Jemput Bola ke Masyarakat
15 Tahun Menderita Lewat Jalan Mirip Kuali, Warga Gang Keluarga Medan Akhirnya Sujud Syukur Nikmati Akses Mulus
Dojang Adhyaksa Taekwondo Club Diresmikan di Medan, Dispora Malah Absen
Lempari Polisi dengan Batu Saat Penangkapan Terduga Pengedar Sabu, Dua Warga Medan Terancam Pasal Berlapis
Janda Tiga Anak Ditangkap Polisi karena Live Streaming Pornografi di TikTok, Raup hingga Rp300 Ribu Sekali Siaran
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru