Wali Kota Medan: Rumah Anak SIGAP Harus Berjalan Berkelanjutan, Bukan Hanya Launching
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan dukungan terhadap pelaksanaan program Rumah Anak SIGAP yang digagas Tanoto Fou
PEMERINTAHAN
JAKARTA –Polda Metro Jaya kembali menangkap satu pelaku pembubaran paksa diskusi yang diadakan oleh Forum Tanah Air di kawasan Kemang, Jakarta. Diskusi yang dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Refly Harun, Said Didu, dan Din Syamsuddin, terpaksa dibubarkan oleh sekelompok orang tak dikenal.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengkonfirmasi bahwa pelaku yang ditangkap berinisial MR alias RD, berusia 28 tahun. “Pada hari Selasa, 1 Oktober 2024, tim berhasil menangkap satu pelaku,” ujarnya saat konferensi pers, Rabu (2/10).
Pelaku ditangkap oleh Tim Opsnal Unit 1 dan Unit 2 Subdit Umum Jatanras di tempat persembunyiannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. “Peran pelaku adalah menendang salah satu satpam dan mencoba memukul,” tambah Ade Ary. Saat ini, MR masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya.
Sebelumnya, pada hari pembubaran diskusi, tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan telah mengamankan lima orang. Dari kelima orang tersebut, dua di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu FEK dan GW. Mereka dijerat dengan pasal pengerusakan dan penganiayaan, dengan ancaman pidana penjara antara 2 tahun 6 bulan hingga 5 tahun 6 bulan sesuai Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).
Kombes Pol Ade Ary menegaskan komitmen pihak kepolisian untuk menindak tegas setiap tindakan yang mengganggu ketertiban masyarakat. “Kami akan terus memantau dan melakukan tindakan hukum yang diperlukan agar peristiwa serupa tidak terulang,” tutupnya.
Kasus ini telah menjadi perhatian publik, terutama di kalangan para aktivis dan akademisi yang menilai pentingnya kebebasan berpendapat dalam masyarakat demokratis. Diskusi yang diadakan oleh Forum Tanah Air sebelumnya bertujuan untuk membahas berbagai isu penting yang tengah dihadapi bangsa, dan insiden ini menjadi sorotan mengenai kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia di Indonesia.
Dengan penangkapan pelaku ini, diharapkan akan ada efek jera bagi mereka yang mencoba membubarkan kegiatan diskusi atau forum secara paksa. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melaporkan setiap tindakan yang dianggap mengganggu ketertiban umum.(N/014)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan dukungan terhadap pelaksanaan program Rumah Anak SIGAP yang digagas Tanoto Fou
PEMERINTAHAN
BINJAI Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Binjai menggandeng Bank Mandiri dalam upaya memperkuat sinergi program pencegahan dan pember
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menerima bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia berupa sapi kurban berbobot 1,
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto yang pernah menyatakan akan mengambil unsur terbaik dari sosialisme dan kapitalisme dinilai tengah mem
EKONOMI
JAKARTA Sejumlah asosiasi petani hingga pelaku usaha kelapa sawit mengadukan anjloknya harga Tanda Buah Segar (TBS) kepada Wakil Menteri
PERTANIAN AGRIBISNIS
LAOS Tim penyelamat gabungan Laos dan Thailand bersama sejumlah ahli internasional berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi tujuh warga d
INTERNASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Yorrys Raweyai menilai praktik eksploitasi sumber daya alam di Papua bukanlah fenomena
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menyatakan pihaknya mendukung langkah pemerintah dalam melakukan efisiens
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) oleh aparatur sipil
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur pada tahun 2026.
PEMERINTAHAN