Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengungkap perkembangan baru kasus penembakan yang menewaskan Wakil Komandan Komando Inti (Wadan Koti) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Deli Serdang, Doni Pacek.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan terduga pelaku penembakan diduga berasal dari organisasi masyarakat (ormas) yang sama dengan korban.
Temuan tersebut disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumut, Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung.
Baca Juga:
Ferry mengatakan, tim gabungan Subdirektorat III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut bersama Satuan Reserse Kriminal Polresta Deli Serdang terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat.
Polisi juga masih mengejar terduga pelaku lainnya yang diduga memiliki keterlibatan dalam penyerangan maut tersebut.
Ferry menjelaskan bahwa penyelidikan sementara mengarah pada dugaan keterlibatan orang-orang yang berada dalam organisasi yang sama dengan Doni Pacek.
Ia sekaligus membantah dugaan yang mengaitkan keterlibatan organisasi masyarakat lain dalam penembakan tersebut.
"Mohon waktunya, akan kita ungkap semua. Untuk terduga pelaku sendiri dari hasil penyelidikan kita berasal dari organisasi yang sama dengan korban," ujar Ferry Walintukan dalam keterangan yang diberitakan pada Selasa (20/10/2026).
Pernyataan itu menjadi perkembangan penting dalam pengungkapan kasus penembakan di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Sebelumnya, peristiwa tersebut sempat dikaitkan dengan dugaan perselisihan antarkelompok organisasi masyarakat.
Namun, berdasarkan penjelasan terbaru kepolisian, dugaan sementara justru mengarah kepada orang-orang dari organisasi yang sama dengan korban.
Meski demikian, polisi belum menjelaskan secara terperinci hubungan para terduga pelaku dengan korban maupun motif yang melatarbelakangi penembakan tersebut.
Hasil penyelidikan masih terus dikembangkan untuk memastikan rangkaian peristiwa dan peran masing-masing pihak.
Dalam perkembangan sebelumnya, kepolisian telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam penembakan Doni Pacek.
Ketiga orang tersebut diamankan oleh tim gabungan Polda Sumut dan Polresta Deli Serdang pada Senin, 19 Oktober 2026.
Meski sudah ada pihak yang diamankan, penyelidikan belum dinyatakan selesai.
Polisi masih menelusuri kemungkinan keterlibatan orang lain dan mengumpulkan bukti untuk mengungkap perkara secara menyeluruh.
Ketika ditanya mengenai perkembangan penangkapan pelaku, Ferry menyatakan bahwa penyelidikan masih berjalan.
"Masih dalam penyelidikan tim. Nanti akan kita sampaikan hasilnya jika sudah selesai semua," ujarnya.
Polda Sumut belum membeberkan secara lengkap identitas seluruh pihak yang diduga terlibat maupun peran masing-masing dalam penyerangan.
Kepolisian juga belum memberikan kesimpulan akhir mengenai motif penembakan yang merenggut nyawa pengurus Pemuda Pancasila tersebut.
Peristiwa penembakan terjadi di kawasan Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Minggu malam, 18 Oktober 2026.
Saat kejadian, Doni Pacek berada di dalam mobil bersama sejumlah rekannya.
Berdasarkan keterangan Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Deli Serdang, Junaidi, korban bersama empat orang temannya sedang berada di dalam kendaraan ketika penyerangan terjadi.
Sekelompok orang yang mengendarai sepeda motor kemudian mendekati mobil korban dan melepaskan tembakan.
Tembakan tersebut mengenai Doni pada bagian leher hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
Seorang anggota Pemuda Pancasila lainnya juga mengalami luka tembak, sementara satu orang dilaporkan mengalami luka akibat senjata tajam.
Penyerangan tersebut menyebabkan mobil yang ditumpangi korban kehilangan kendali dan menabrak sejumlah benda di sekitar lokasi.
Peristiwa itu sempat membuat warga sekitar panik dan menimbulkan kerumunan di tempat kejadian.
Setelah kejadian, korban dibawa ke rumah sakit. Jenazah Doni kemudian menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Deli Serdang, Junaidi, sebelumnya meminta polisi mengusut tuntas penembakan yang menewaskan salah satu pengurus organisasinya.
Permintaan tersebut disampaikan Junaidi ketika berada di depan kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Medan.
Junaidi menegaskan bahwa pihaknya menginginkan seluruh pihak yang terlibat dalam penyerangan diproses sesuai hukum.
Ia juga meminta kepolisian menelusuri kemungkinan adanya pihak yang merencanakan atau memerintahkan penembakan tersebut.
Menurut Junaidi, pengungkapan perkara tidak seharusnya berhenti pada pelaku yang berada di lokasi kejadian apabila ditemukan bukti keterlibatan pihak lain.
Pihak Pemuda Pancasila juga masih menunggu penjelasan kepolisian mengenai jenis senjata yang digunakan dalam penyerangan.
Sebelumnya, Junaidi mengaku belum mengetahui secara pasti kelompok asal para pelaku.
Kini, keterangan Polda Sumut mengenai dugaan keterlibatan orang dari organisasi yang sama dengan korban menjadi bagian penting dalam perkembangan penyelidikan.
Kasus penembakan Doni Pacek masih menjadi perhatian masyarakat, terutama karena korban merupakan salah satu pengurus Pemuda Pancasila di Kabupaten Deli Serdang.
Penyelidikan yang dilakukan kepolisian diharapkan dapat menjelaskan penyebab penyerangan, pihak yang terlibat, serta kemungkinan adanya pihak lain di balik peristiwa tersebut.
Kepolisian juga perlu memastikan dugaan keterlibatan orang dari organisasi yang sama tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru sebelum proses penyidikan selesai.
Sebab, keterlibatan seseorang dalam organisasi tertentu tidak dengan sendirinya menunjukkan tanggung jawab organisasi tersebut atas tindakan pidana anggotanya.
Penentuan tanggung jawab pidana harus didasarkan pada perbuatan dan alat bukti yang diperoleh penyidik.
Hingga Selasa, 20 Oktober 2026, Polda Sumut masih mengembangkan penyelidikan dan belum mengumumkan kesimpulan akhir mengenai motif penembakan.
Pengungkapan perkara secara menyeluruh menjadi penting untuk memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban serta mencegah munculnya konflik susulan di wilayah Deli Serdang.* (mi/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.