BREAKING NEWS
Jumat, 23 Oktober 2026

Gerebek Selat Malaka, Kapal Tanker Muatan Narkoba Berton-ton Digiring ke Pelabuhan Belawan

Nurul - Rabu, 21 Oktober 2026 19:55 WIB
Gerebek Selat Malaka, Kapal Tanker Muatan Narkoba Berton-ton Digiring ke Pelabuhan Belawan
Tim gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, dan TNI mengamankan kapal tanker MT Global 168 yang diduga membawa narkoba dalam jumlah besar di perairan Selat Malaka. (Foto: Tangkapan Layar Sosial Media)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Tim gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, dan TNI mengamankan kapal tanker MT Global 168 yang diduga membawa narkoba dalam jumlah besar di perairan Selat Malaka. Kapal tersebut kemudian digiring menuju Pelabuhan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, dengan pengawalan ketat aparat bersenjata.

Kapal MT Global 168 tiba dan bersandar di dermaga Terminal Penumpang Bandar Deli, Pelabuhan Belawan, Rabu (21/10/2026) siang. Petugas gabungan langsung melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan lancar.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Kristian Parluhutan Siagian membenarkan pengamanan kapal tersebut.

Baca Juga:

Menurut Kristian, operasi dilakukan bersama Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Polair Baharkam Polri, BNN, Bea Cukai, dan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

"Kapal sudah ditarik dan dikawal oleh kapal Polair serta Bea Cukai, sandar dengan aman beserta barang bukti narkoba jenis ketamin," kata Kristian, Rabu (21/10/2026).

Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan delapan orang yang diduga terlibat dalam perkara penyelundupan tersebut.

Kristian menyebut delapan orang yang diamankan terdiri atas tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA).

Meski demikian, kepolisian belum membeberkan identitas maupun peran masing-masing orang dalam aktivitas yang diduga berkaitan dengan jaringan penyelundupan narkoba tersebut.

Sebelumnya, kapal MT Global 168 diamankan petugas saat berlayar di kawasan Selat Malaka. Kapal berukuran besar itu diduga digunakan untuk mengangkut barang terlarang yang akan diselundupkan ke wilayah Indonesia.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal di perairan, petugas mengawal kapal menuju Pelabuhan Belawan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pengamanan berlangsung ketat. Puluhan personel gabungan terlihat berjaga di sekitar dermaga ketika kapal mulai bersandar.

Sejumlah petugas dilaporkan membawa senjata api laras panjang untuk mengamankan kawasan pelabuhan dan mengantisipasi gangguan selama proses penanganan kapal.

Dugaan penyelundupan narkoba dalam jumlah besar tersebut menjadi perhatian setelah muncul informasi bahwa kapal membawa muatan mencapai dua hingga tiga ton.

Informasi itu berasal dari sejumlah sumber di kawasan Pelabuhan Belawan yang menyebut adanya dugaan muatan sabu-sabu cair dalam jumlah besar.

Namun, perkiraan berat tersebut belum menjadi angka resmi yang dapat dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan aparat.

Di sisi lain, Bareskrim Polri telah menyampaikan adanya temuan barang bukti yang disebut sebagai ketamin dalam operasi pengamanan MT Global 168.

Sejumlah laporan juga menyebut barang bukti ketamin yang diamankan mencapai sekitar satu ton.

Perbedaan informasi mengenai jenis dan berat muatan masih memerlukan penjelasan resmi dari penyidik.

Kepastian kandungan zat serta berat keseluruhan barang bukti menjadi bagian penting dalam proses pemeriksaan lanjutan.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring turut membenarkan kedatangan kapal tersebut di Pelabuhan Belawan.

Aditya mengatakan barang bukti yang ditemukan masih menjalani pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan kandungannya.

"Iya benar sudah sandar. Terkait jenisnya sedang diperiksa Labfor," kata Aditya.

Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan identitas zat yang ditemukan, termasuk kandungan dan karakteristiknya.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi salah satu dasar bagi penyidik untuk melanjutkan proses hukum dan mengungkap dugaan penyelundupan.

Selain memeriksa barang bukti, petugas juga mendalami asal perjalanan kapal serta tujuan pengiriman muatan.

Kepolisian belum mengumumkan secara terperinci rute perjalanan MT Global 168 maupun kemungkinan keterlibatan jaringan penyelundupan narkoba lintas negara.

Keterlibatan seorang warga negara asing dalam perkara tersebut turut menjadi bagian dari pendalaman penyidik.

Namun, dugaan hubungan dengan jaringan internasional masih harus dibuktikan melalui hasil pemeriksaan dan pengembangan penyidikan.

Sementara itu, kepolisian berencana menggelar konferensi pers mengenai pengungkapan kasus MT Global 168 pada Jumat (23/10/2026).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menyebut perkembangan penanganan perkara tersebut akan disampaikan dalam konferensi pers oleh Kapolri.

Kapolres Pelabuhan Belawan juga meminta masyarakat menunggu keterangan resmi mengenai kronologi pengamanan kapal, jumlah barang bukti, serta pihak-pihak yang diduga terlibat.

"Lebih lengkapnya nanti tunggu rilis rencana hari Jumat ya," ujar Aditya.

Pengungkapan MT Global 168 menjadi perhatian karena melibatkan operasi gabungan sejumlah instansi penegak hukum di salah satu jalur pelayaran internasional yang menghubungkan berbagai negara.* (km/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gerebek Sarang Narkoba Rel Tembung, Tim Gabungan Ratakan Barak Sabu dan Diciduk 3 Residivis
Gerebek Tiga Lokasi, BNN Denpasar Sita Sabu dan Ekstasi! Dua Terduga Pelaku Diburu
Pos Siskamling di Medan Diduga Jadi Lapak Narkoba, Polisi Gerebek hingga Terduga Pelaku Kabur ke Sungai
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba di Medan Sunggal, 11 Paket Sabu dan Ganja Disita
Unkap 979 Kasus Narkoba di Aceh, Kapolda Turun ke Sekolah Wanti-wanti Pelajar dan 'Bullying'
Empat Nelayan Diamankan di TPI Lampulo, Satresnarkoba Polresta Banda Aceh Temukan Barang Diduga Ganja dan Bekas Sabu
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru