Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MMSI (Maritime Mobile Service Identity) merupakan nomor identifikasi yang digunakan dalam komunikasi radio maritim untuk mengenali kapal atau stasiun radio kapal.
"Nah, dari pemantauan tersebut, tim menemukan sejumlah indikasi anomali AIS, di antaranya adalah ketidaksesuaian identitas kapal, nomor MMSI kapal yang tersebut memancarkan dua identitas, yaitu MT Global 168 sebagai kapal tanker dan Rovos Ki Dotim sebagai kapal tunda," jelasnya.
"Nah, setelah itu, pergerakan terus melambat, ya, di kawasan Laut Andaman," sambungnya.
Perbedaan identitas tersebut menjadi salah satu petunjuk yang dianalisis aparat untuk menelusuri pergerakan kapal.
Pemantauan kemudian berlanjut hingga tim gabungan mempersiapkan operasi penindakan.
Pada Senin, 19 Oktober 2026, tim gabungan BNN, Bea Cukai, dan Bareskrim Polri bersiap melakukan penindakan terhadap MT Global 168.
Operasi tersebut mendapat dukungan kapal Bea Cukai BC 20006 dan KP Murai 4018.
Menurut Suyudi, penindakan direncanakan melalui intersepsi sebelum kapal memasuki Pelabuhan Port Klang, Malaysia.
Namun, MT Global 168 kemudian berhasil diamankan di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.
"Kapal MT Global 168 selanjutnya diamankan di perairan Tanjung Balai Asahan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan dari hasil pemeriksaan, tim gabungan berhasil mengamankan delapan orang awak kapal, ya, crew yang berada di atas kapal tersebut," paparnya.
"Kedelapan awak kapal ini terdiri dari tujuh orang warga negara Indonesia, ya, dan satu orang warga negara asing, ya, WNA asal Tiongkok/Taiwan," imbuh dia.
Penangkapan MT Global 168 menjadi bagian dari pengembangan penyelidikan setelah aparat lebih dahulu mengamankan kapal Fushanxing 1 yang mengangkut 800 kilogram ketamin.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.