AHY Pastikan Sekolah Rakyat di Medan Siap Beroperasi Pertengahan Juli 2026
MEDAN Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan Raya II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota M
PENDIDIKAN
JATENG – Sebuah kebijakan yang mengundang kontroversi dalam ranah kepolisian Jawa Tengah kembali mencuat ke permukaan, menyulut kritik tajam dari berbagai kalangan. Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, menilai bahwa Polri telah melakukan intimidasi terhadap kebebasan berpendapat di lingkungan kampus. Hal ini terjadi setelah polisi diduga menelepon sejumlah rektor universitas di Jawa Tengah, meminta mereka untuk membuat video testimoni terkait Presiden Joko Widodo.
Menurut Bambang, tindakan yang dilakukan oleh Polri tersebut tidak hanya menjadi blunder besar bagi institusi kepolisian, tetapi juga mengonfirmasi bahwa Polri tidak menjaga netralitasnya dalam Pemilu 2024. Dia menyoroti bahwa budaya komando yang masih kental dalam tubuh kepolisian menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kejadian ini.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Stefanus Satake Bayu, telah memberikan klarifikasi terkait permintaan video testimoni kepada sejumlah rektor di Jawa Tengah. Salah satu rektor yang mengakui diminta membuat video tersebut adalah Rektor Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang.
Meskipun dalam praktiknya, permintaan video testimoni tersebut dilakukan oleh petugas di bawah koordinasi Polrestabes Semarang, Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, menegaskan bahwa hal ini adalah bagian dari tanggung jawabnya untuk menjaga situasi kondusif menjelang Pemilu 2024.
Namun demikian, para tokoh yang diminta untuk membuat video testimoni tersebut dijelaskan tidak diminta untuk mengulas prestasi kinerja Presiden Joko Widodo atau memberikan dukungan terhadap salah satu pasangan calon. Video-video tersebut, sebagaimana dijelaskan oleh Kapolrestabes Semarang, akan digunakan sebagai bagian dari kampanye pemilu damai dan menjaga situasi kondusif.
Rektor Universitas Katolik Seogijapranata (Unika) Semarang, Ferdinandus Hindarto, secara terbuka mengakui bahwa dirinya telah diminta untuk membuat video testimoni berkaitan dengan prestasi Presiden Jokowi selama memimpin pemerintahan. Permintaan tersebut didapatkan oleh Hindarto melalui pesan WhatsApp dalam rentang waktu tertentu.
Kontroversi ini telah menimbulkan kecaman dari berbagai pihak, yang menyoroti kebebasan berpendapat yang seharusnya dihormati dan dilindungi, terutama di lingkungan akademik. Meskipun Polri berargumen bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk menjaga situasi kondusif jelang Pemilu 2024, namun kritik tetap mengalir deras terhadap tindakan yang dianggap melanggar prinsip-prinsip demokrasi dan kebebasan berekspresi.
(A/08)
MEDAN Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan Raya II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota M
PENDIDIKAN
LANGKAT Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria memikul mesin outdoor AC sambil berjalan kaki sejauh sekitar dua kilometer viral d
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menjajaki kerja sama strategis dengan PT Rumah Tani Nusantara (RTN) guna memp
EKONOMI
JAKARTA Rencana pelibatan sekitar 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) dalam masa orientasi Program Sekolah Rakyat mendapat perhatian da
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengaku telah mengembalikan sebuah amplop yang ditinggalkan Bupati Kuantan Singingi
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, meminta aparat keamanan meningkatkan langkah pengamanan di Papua secara terukur menyu
NASIONAL
JAKARTA Praktisi agraria sekaligus mantan pejabat senior Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dr. Bud
NASIONAL
KEPULAUAN SERIBU PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan melakukan rehab
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh menerima penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan Yayasan Lembaga Bantuan HukumKeadilan Indonesia (YLBH
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres pembang
PENDIDIKAN