Gelap Berjam-jam, PLN Dipertanyakan: Di Mana Kesiapan Negara Melayani Rakyat?
Pemadaman listrik massal kembali terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, hingga Aceh
PERISTIWA
WASHINGTON -Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan di berbagai kota di Amerika Serikat pada Sabtu (5/4/2025), dalam unjuk rasa besar-besaran yang menentang kebijakan terbaru Presiden Donald Trump, termasuk kenaikan bea masuk universal sebesar 10 persen terhadap semua barang impor.
Demonstrasi yang dipusatkan di National Mall, hanya beberapa blok dari Gedung Putih, menarik lebih dari 5.000 orang sejak siang waktu setempat.
Aksi ini juga berlangsung secara serentak di lebih dari 1.000 kota dan seluruh distrik kongres di AS, serta beberapa kota besar di luar negeri seperti Toronto, London, Paris, Berlin, dan Lisbon.
Di tengah cuaca mendung dan hujan ringan, massa aksi membawa berbagai plakat dengan pesan keras seperti "Bukan Presiden Saya," "Fasis Telah Tiba," "Hentikan Kejahatan," hingga "Keluar dari Jaminan Sosial Kami."
Sebuah spanduk besar bertuliskan "Angkat Tangan" dibentangkan di atas panggung utama protes, sebagai simbol perlawanan damai terhadap kebijakan yang dianggap merugikan rakyat dan demokrasi.
"Sangat mengkhawatirkan melihat apa yang terjadi di negara kita," ujar Jane Ellen Somes (66), seorang pekerja real estate yang ikut turun ke jalan.
"Semua sistem pengawasan dan keseimbangan telah dilanggar, mulai dari isu lingkungan hingga hak-hak pribadi."
Protes ini dipimpin oleh koalisi kelompok progresif termasuk MoveOn, Women's March, dan Indivisible.
Mereka mengkritik keras tindakan Trump yang dianggap mempersempit peran pemerintah, memaksakan nilai-nilai konservatif, dan merusak hubungan dagang internasional—kebijakan yang telah menyebabkan gejolak di pasar saham dan ekonomi domestik.
"Protes ini adalah pesan yang jelas untuk Trump, Musk, dan Partai Republik bahwa rakyat tidak tinggal diam," ujar Ezra Levin, salah satu pendiri Indivisible.
"Kami tidak akan membiarkan mereka mengendalikan demokrasi, sekolah, komunitas, dan masa depan kita."
Pemadaman listrik massal kembali terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, hingga Aceh
PERISTIWA
JAKARTA Koordinator Tim Hukum Troya, Refly Harun, mendesak Polda Metro Jaya untuk menghentikan penanganan perkara yang menyeret kliennya
NASIONAL
JAKARTA Tim hukum Troya (Tifa and Roy&039s Advocate) berencana melaporkan Wakil Ketua Peradi Bersatu, Lechumanan ke pihak kepolisian.
NASIONAL
JAKARTA Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menegaskan bahwa misi kemanusiaan untuk Gaza tidak akan berhenti meski sembilan relawan war
INTERNASIONAL
JAKARTA Pemerintah menyatakan kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih berada dalam posisi yang lebih kuat dibandingkan saat krisis
EKONOMI
JAKARTA Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyoroti kinerja sejumlah pejabat di lingkungan kementeriannya yang dinilai menyebabk
PEMERINTAHAN
JAKARTA PT PLN (Persero) mengungkap penyebab gangguan listrik yang menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2
NASIONAL
BANDA ACEH Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh memeriksa sebanyak 15 saksi terkait kasus kebakaran dan pengrusakan yang terjadi
HUKUM DAN KRIMINAL
SUMATRA UTARA Pemadaman listrik massal terjadi di sejumlah wilayah Sumatra Utara pada Jumat malam, 22 Mei 2026. Peristiwa yang terjadi se
PERISTIWA
DENPASAR TNI Angkatan Darat (AD) menyatakan kesiapan penuh mendukung pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan di Provinsi Bali. Duk
NASIONAL