KPK Tegaskan Kasus Dugaan Suap Kuansing Tetap Berjalan Meski Menhut Kembalikan Amplop
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan proses penyidikan dugaan suap terkait pengurusan rekomendasi pelepasan kawasan Hut
NASIONAL
bitvonline.com-Vatikan bersiap menggelar konklaf pada Rabu (7/5/2025) untuk memilih Paus baru pasca wafatnya Paus Fransiskus. Salah satu tradisi yang paling dinantikan adalah saat Paus terpilih mengumumkan nama barunya. Namun, apa alasan mendalam di balik penggantian nama ini?
Tradisi penggantian nama oleh Paus terpilih bukan sekadar formalitas. Ini adalah momen spiritual yang mencerminkan visi, semangat, dan arah kepemimpinan Gereja Katolik untuk masa mendatang.
Dalam konklaf, setelah pemilihan berlangsung, dewan kardinal akan menanyakan dua hal kepada kandidat terpilih: apakah ia bersedia menjadi Paus, dan nama apa yang akan ia gunakan selama masa kepausannya. Pemilihan nama ini bersifat simbolik dan strategis, menandai dimulainya babak baru dalam sejarah kepemimpinan Gereja.
1. Simbol Transformasi Spiritual
Penggantian nama Paus terinspirasi dari kisah dalam Kitab Suci, seperti perubahan nama Simon menjadi Petrus, dan Saul menjadi Paulus. Ini adalah lambang bahwa Paus terpilih meninggalkan identitas pribadinya demi menjalankan misi Ilahi sebagai pemimpin umat Katolik.
2. Refleksi Visi dan Nilai
Nama yang dipilih seringkali merujuk pada Santo atau Paus terdahulu yang menginspirasi. Misalnya, Jorge Mario Bergoglio memilih nama Fransiskus sebagai bentuk penghormatan kepada Santo Fransiskus dari Assisi, lambang kesederhanaan dan solidaritas terhadap kaum miskin.
3. Pelestarian Tradisi Gereja
Sejak abad ke-6, penggantian nama menjadi tradisi tidak tertulis namun sangat dihormati. Hanya Paus Marcellinus yang diketahui tidak mengganti namanya. Hingga kini, tradisi ini menjadi simbol penghormatan atas tanggung jawab besar yang diemban.
4. Hindari Kontroversi dan Kesalahpahaman
Tak semua nama layak dipakai. Misalnya, tidak pernah ada Paus yang memakai nama Petrus II karena dianggap berlebihan dan bisa menyaingi Rasul Petrus yang dianggap Paus pertama. Hal ini menunjukkan pemilihan nama Paus sangat penuh pertimbangan teologis dan historis.
Meski tak diatur dalam hukum kanonik, pemilihan nama baru telah menjadi salah satu tradisi sakral Gereja Katolik yang membawa makna mendalam bagi umat di seluruh dunia.*
(bs/j006)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan proses penyidikan dugaan suap terkait pengurusan rekomendasi pelepasan kawasan Hut
NASIONAL
JAKARTA Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan video viral yang menampilkan letusan Gunung Anak Krakatau dise
NASIONAL
JAKARTA Anggota DPR RI Rizki Faisal menilai sinergi komunikasi publik yang solid di lingkungan Kabinet Merah Putih menjadi faktor pentin
NASIONAL
JAKARTA Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta seluruh kepala Sekolah Rakyat di Indonesia mempersiapkan pelaksana
NASIONAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) dua pejabat utama M
NASIONAL
JAKARTA Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, resmi mengajukan banding atas putusan Pengadilan Ti
NASIONAL
JAKARTA Larangan memotong kuku pada malam hari masih menjadi kepercayaan yang hidup di tengah masyarakat, khususnya dalam budaya Jawa. S
AGAMA
TEHERAN Ribuan pelayat memadati Masjid Agung Imam Khomeini Mosalla, Teheran, Iran, untuk mengikuti prosesi pemakaman mantan Pemimpin Ter
INTERNASIONAL
DELI SERDANG Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Maruli Siahaan, mengajak relawan menjadi motor penggerak dalam mengamalkan
POLITIK
LANGKAT Sehari setelah Bupati Langkat Syah Afandin ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Kor
HUKUM DAN KRIMINAL